• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

PKS Kukuh Menolak Masuk Permainan Gerindra

Whisnu Mardiansyah - 07 Desember 2018 12:59 wib
Sekretaris Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud
Sekretaris Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alynuddin. Foto: Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Sekretaris Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Alynuddin, membantah pernyataan Ketua DPD Partai Gerindra DKI M Taufik. Suhud menyatakan belum ada kata sepakat dengan uji kepatutan dan kelayakan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Menurut Suhud, uji kepatutan dan kelayakan bukan bagian dari kesepakatan.

"Tidak ada itu (kesepakatan uji kepatutan dan kelayakan)," kata Suhud kepada Medcom.id, Jumat, 6 Desember 2018.

Suhud menegaskan kesepakatan sejak awal sesuai dengan komitmen Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kursi wakil gubernur yang ditinggalkan Sandiaga Uno akan diisi kader PKS.

"Itu yang disepakati antara Pak Prabowo dengan pimpinan PKS," ucap Suhud. 

Suhud menyebut kesepakatan di dewan pimpinan pusat (DPP) itu semestinya dilaksanakan pengurus di dewan pimpinan daerah (DPD) DKI. Ia menyayangkan sikap DPD DKI yang membuat mekanisme sendiri berupa uji kepatutan dan kelayakan.

"Justru di level DPP sudah selesai. Harusnya di level DPD hanya menjalankan," tutupnya.

Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik mengakui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada calon wakil gubernur DKI Jakarta diusulkan partainya. Dia menegaskan itu sudah sesuai kesepakatan dengan PKS. 

Taufik meminta PKS tak meributkan uji kepatutan dan kelayakan ini. Karena, PKS telah menyetujui tes itu pada pertemuan yang digelar November.

Dia menampik uji ini sengaja dibuat lantaran Partai Gerindra tak legawa memberikan kursi wagub kepada PKS. "Bukan begitu, ini kan sudah hasil kesepakatan. Masa mau mengingkari kesepakatan?" kata dia.


(DRI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.