DPRD Kritik Serapan Anggaran Rendah Pemprov DKI

Nur Azizah - 16 Mei 2018 17:58 wib
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani.

Jakarta: DPRD DKI Jakarta menilai serapan anggaran Pemprov DKI Jakarta masih sangat rendah. Pandangan ini disampaikan dari Rapat Paripurna Istimewa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017. 

Anggota DPRD DKI Jakarta Syarifuddin menyampaikan realisasi anggaran banyak yang tidak terserap karena ketidakjelasan dasar hukum honorarium. Itu terjadi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di Jakarta Selatan.

Selain itu, banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tidak memiliki perencanaan dan penganggaran yang baik. Contohnya, pelaksanaan rehab total Kantor Lurah Jatinegara dengan total anggaran Rp7,1 miliar.

"Dan yang terealisasi hanya Rp2,9 miliar, dikarenakan pihak ketiga tidak mampu menyelesaikan pekerjaan," kata Syarifuddin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Mei 2018.

Dia juga menilai banyak kegiatan efisiensi yang tidak dilakukan di Kepulauan Seribu. DPRD DKI Jakarta merekomendasikan Pemprov DKI Jakarta menyusun grand design yang mengacu Panca Upaya Pemda DKI. 

Selain itu, DPRD juga menyoroti pendapatan asli daerah (PAD). Syarifuddin menuturkan kontribusi PAD Pemprov DKI sangat kecil, yakni Rp566 miliar.

"Kami menanggapi bahwa BUMD harus bekerja secara memuaskan dalam menjalankan program pemerintah," ungkap dia.

Syarifuddin juga mengungkit ihwal pajak daerah. Menurut dia, masih banyak pajak yang tidak tercapai, misalnya, pajak hiburan.

"Pajak hiburan tidak tercapai karena masih banyak wajib pajak yang tidak patuh dalam melaporkan usaha hiburan dan penyetoran pajak," tutur politik Partai Keadilan Sejahtera itu.

Alasan lainnya adalah banyak tempat hiburan yang tutup. Banyak pula lokasi hiburan insidental yang menjadi tempat konser musik dan pameran. 

"Dan, banyak pemilik tempat hiburan yang masih menggunakan izin sebagai hotel dan restoran," kata dia.


(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.