Normalisasi Kali Ciliwung Terancam Berhenti

    Selamat Saragih - 11 November 2019 19:47 WIB
    Normalisasi Kali Ciliwung Terancam Berhenti
    Warga beraktivitas di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta. Foto: Aprillio Akbar/Antara
    Jakarta: Proyek normalisasi Kali Ciliwung terancam berhenti. Pasalnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta batal membebaskan 118 bidang tanah di bantaran sungai karena defisit APBD 2019.

    "Kalau pembebasan lahan belum dibayarkan, bagaimana mereka (BBWSCC-Red) mau kerja, susah," ujar Kepala Dinas SDA DKI, Juaini Yusuf, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 11 November 2019

    Juaini mengeklaim 'kegagalan' pembebasan 118 bidang tanah tidak mengganggu program pengendalian banjir di Ibu Kota. Menurut dia, Dinas SDA DKI sudah mengantisipasi banjir dengan mengeruk sungai dan waduk, menyiapkan ekskavator, membuat sumur resapan untuk menampung air, hingga menyiagakan satuan tugas (satgas) pengendali banjir.

    "Sebenarnya enggak terlalu signifikan juga karena memang kalinya sudah ada, cuma nanti sama BBWSCC dipasang sheetpile-sheetpile saja supaya air kalinya tidak meluap," kata Juaini.

    Dianggarkan 2020

    Juaini mengatakan Pemprov DKI akan merealisasikan pembebasan 118 bidang tanah tersebut pada 2020. Dinas SDA DKI mengusulkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp600 miliar untuk normalisasi sungai dan waduk, termasuk pembebasan 118 bidang tanah yang batal tahun in.

    Anggaran itu dialokasikan dalam rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk APBD DKI 2020. "Anggaran pembebasan lahan itu sudah siap sebesar Rp600 miliar," ujar Juaini.

    Juaini berharap anggaran pembebasan lahan bertambah dalam pembahasan rancangan KUA-PPAS 2020 bersama DPRD DKI Jakarta. Berkaca pada 2019, Pemprov DKI butuh dana Rp500 miliar untuk membatalkan pembebasan lahan. Sebesar Rp160 miliar di antaranya untuk pembebasan 118 bidang tanah yang belum terealisasi.

    "Beberapa anggaran yang mungkin dianggap tidak bisa kami laksanakan tahun 2020, kami kurangi, mau dimasukan ke pembebasan lahan, diusulkan lagi," ungkap dia.

    Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Pemprov DKI Jakarta memiliki kesepakatan soal normalisasi beberapa sungai di Jakarta. Dalam kesepakatan itu, Pemprov DKI bertugas membebaskan lahan untuk normalisasi yang dijalankan BBWSCC.

    BBWSCC berencana melanjutkan normalisasi Ciliwung pada 2020. Normalisasi dilakukan di Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

    Lahan sepanjang 1,5 kilometer yang akan dinormalisasi sudah dibebaskan Pemprov DKI. Lahan tersebut berbeda dengan 118 bidang tanah yang batal dibebaskan tahun ini.

    "Tahun depan 2020, BBWSCC sudah memprogramkan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 1,5 kilometer," kata Bambang.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id