Transportasi Online akan Kembali Diberikan Payung Hukum

Nur Azizah - 13 Januari 2019 04:00 wib
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) berbincang dengan pengemudi
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) berbincang dengan pengemudi online saat menghadiri Silatnas Keluarga Besar Pengemudi Online di Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/Antara

Jakarta: Pemerintah akan kembali mengeluarkan payung hukum untuk transportasi berbasis online. Payung hukum ini diberikan untuk memudahkan pengemudi transportasi online dalam mengais rezeki.

Kementerian Perhubungan juga sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus, untuk transportasi online

"Sebentar lagi akan keluar lagi untuk payung hukum agar bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian bisa bekerja dengan tenang karena ada payung hukumnya," ujar Jokowi di Hall JI-Expo, Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2019.

Menurut dia, perkembangan inovasi-inovasi dan teknologi harus diimbangi dengan regulasi, termasuk juga di bidang transportasi. Namun, kata dia, payung hukum terkadang tak mampu menjangkau inovasi dan teknologi yang terus berkembang pesat. Hal itu bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan seluruh negara.

"Memang kita harus ngomong apa adanya, bahwa inovasi dan teknologi baru ini lebih cepat dari pada regulasi peraturannya. Tidak hanya di Indonesia, di semua negara tertatih-tatih. Barangnya sudah keluar, regulasinya belum siap, aturannya belum siap," kata Jokowi.

Jokowi pun berjanji akan membuat aturan yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak pada transportasi online ini. Baik untuk pengemudi, konsumen, maupun penyedia aplikasi. "Semuanya harus berada pada posisi saling diuntungkan. Di situ senang, di sini senang, semuanya senang. Yang paling penting kan itu," kata Presiden.

Sementara itu, Budi Karya mengungkapkan peraturan baru tentang ojek online ini dibuat setelah berkoordinasi dan berkomunikasi intensif dengan stakeholder, aplikator, dan asosiasi pengemudi. Aturan dibuat berasaskan kesetaraan, keadilan, dan mengedepankan keselamatan.

"Kami harapkan peraturan ini memberikan situasi, kondisi yang win-win solution antara aplikator, pengemudi, dan penumpang dalam upaya meningkatkan keselamatan," kata Budi. 


(AZF)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.