Mengintip Persiapan SMPN 30 Jakut Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

    Yurike Budiman - 06 April 2021 15:54 WIB
    Mengintip Persiapan SMPN 30 Jakut Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka
    SMPN 30 Jakarta bersiap menghadapi pembelajaran tatap muka, Selasa, 6 April 2021. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman



    Jakarta: Sekolah di Jakarta sudah mempersiapkan diri menjelang pembelajaran tatap muka yang dimulai pada tahun ajaran baru, Juli 2021. SMPN 30 Jakarta salah satunya. Sekolah yang terletak di Jakarta Utara (Jakut) ini memastikan bakal mengoptimalkan protokol kesehatan (prokes).

    Kepala SMPN 30 Jakarta, M Yusuf Corua, mengatakan tim penanganan covid-19 sudah dibentuk. Tim tersebut melibatkan keluarga murid hingga komite sekolah. 






    "Kita libatkan orang tua untuk menjadi tim pemantau pembelajaran tatap muka di sekolah," kata Yusuf di SMPN 30 Jakarta, Selasa, 6 April 2021.

    Menurut dia, setelah Idulfitri pada pertengahan Mei 2021, SMPN 30 Jakarta menguji coba pembelajaran tatap muka untuk melatih siswa terbiasa lagi belajar di sekolah. Waktu pembelajaran akan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 06.30 WIB dan 09.50 WIB.

    Yusuf mengatakan protokol kesehatan menjadi pedoman utama dalam penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah. Nantinya, kegiatan di sekolah hanya diikuti 50 persen peserta didik.

    "Kemudian akan dilakukan pengukuran suhu tubuh saat tiba di gerbang sekolah, diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Di depan setiap ruang kelas sudah disediakan wastafel disertai kelengkapannya," kata Yusuf. 

    Penyemprotan disinfektan secara rutin juga dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. Selama dua bulan pertama, tidak ada kegiatan di kantin dan olahraga di lapangan.

    "Untuk kantin tidak akan buka dulu sampai ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta," ujar Yusuf. 

    Sementara itu, vaksinasi bagi tenaga pendidik masih terus berjalan. Yusuf mengatakan semua guru di SMPN 30 sudah mendapatkan jadwal vaksin.

    "Jumlah keseluruhannya ada 41 orang. Intinya, kita sudah siap menuju pembelajaran tatap muka. Semoga pandemi cepat selesai dan kegiatan belajar mengajar di sekolah normal kembali," ungkap dia.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id