Warga DKI yang Berduka Bakal Dibolehkan Mudik via Pulogebang

    Kautsar Widya Prabowo - 07 April 2021 21:06 WIB
    Warga DKI yang Berduka Bakal Dibolehkan Mudik via Pulogebang
    Calon penumpang di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur. Medcom.id/Zaenal Arifin



    Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut hanya masyarakat dengan keperluan mendesak yang diizinkan mudik melalui terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Sebab, terminal yang melayani bus antara kota antarprovinsi (AKAP) bakal ditutup. 

    "Apakah terkait dengan keperluan mendesak misalnya keluarga kedukaan, ada yang sakit, dan sebagainya," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputi di Gedung DPRD, Jakarta, Rabu, 7 April 2021.






    Syafrin akan menempatkan sejumlah personel di Terminal Pulogebang. Dia memastikan pihaknya selektif mengizinkan warga mudik.

    "Untuk pelaksanaannya kami tetap masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan, saat ini masih dalam tahap penggodokan," kata Syafrin.

    Baca: Dukung Pelarangan Mudik, Dishub DKI Bakal Tutup Terminal Bus AKAP

    Menurut dia, Terminal Pulogebang bakal menjadi satu-satunya akses pemudik yang menggunakan bus. Sebab, tiga terminal lain, yakni Kalideres, Kampung Rambutan, dan Tanjung Priok akan ditutup.

    Syafrin berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan regulasi yang mengatur secara jelas larangan Mudik 2021. Sebab, diperlukan waktu untuk menyosialisasikan kepada masyarakat. Aturan larangan Mudik 2021 bakal dimulai pada 6 Mei 2021.

    "Sehingga masyarakat memahami urgensi larangan mudik yang diambil dari pemerintah," kata Syafrin.

    Pemerintah melarang masyarakat mudik Lebaran 2021. Keputusan tersebut diambil sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan hasil rapat tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

    "Bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Ini berlaku untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)" kata Muhadjir dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021.

    Larangan mudik berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Sebelum dan sesudah tanggal tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pergerakan ke luar daerah.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id