Masyarakat Diminta Dilibatkan dalam Penjualan Saham Perusahaan Bir

    Sri Yanti Nainggolan - 05 Maret 2021 01:08 WIB
    Masyarakat Diminta Dilibatkan dalam Penjualan Saham Perusahaan Bir
    Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta. MI/Panca Syurkani



    Jakarta: Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Bambang Kusumanto mengusulkan masyarakat dilibatkan dalam rencana penjualan saham milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta, Tbk (DLTA). Pasalnya, hasil penjualan pada akhirnya untuk rakyat.

    "Jika hasil penjualan saham tersebut ke depannya untuk kemanfaatan masyarakat Jakarta, maka Pemprov DKI Jakarta juga sebaiknya meminta masukan dari masyarakat terkait penjualan tersebut," kata Bambang di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.






    Ia mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta mengeklaim hambatan penjualan saham karena restu dari DPRD DKI. Lantaran itu, suara rakyat bisa dijadikan sebagai dasar mendorong rencana penjualan saham perusaahn bir itu tercapai.

    "Karena suara rakyat juga harus didengar," ucap dia.

    Bambang menilai kepemilikan saham DKI di PT Delta tidak memberikan keuntungan signifikan. Malah merugikan karena seolah-olah Pemprov DKI mengampanyekan minuman keras.

    (Baca: Penjualan Saham Perusahaan Bir DKI Disebut untuk Penanganan Covid-19)

    "Sebagai regulator, Pemprov tetap bisa mengontrol penjualan minuman beralkhol tanpa harus memiliki saham di perusahaan bir," ucap dia.

    Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menolak penjualan saham DKI di perusahaan bir. Ia menyebutkan PT Delta diciptakan untuk mengendalikan peredaran minuman keras (miras) di Ibu Kota. Pemerintah pusat meminta Pemprov DKI mengelola sembari mendapat keuntungan.

    "Itu kan ada persoalan di bir bintang pada saat itu, zaman Pak Ali (mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin)," papar dia, Selasa, 2 Maret 2021.

    Prasetio menegaskan kepemilikan saham PT Delta bukan terkait haram atau tidak. Pemprov DKI harus memiliki alasan rasional bila ingin melepas saham tersebut.

    Saat ini, Pemprov DKI menguasai 26,5 persen saham PT Delta. Sebanyak 58,33 persen dimiliki oleh San Miguel Malaysia (L) PTE LTD, perusahaan miras asal Malaysia, dan sisanya dilepas ke publik.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id