Kapolda Metro Minta Dukungan Ulama Bubarkan Kerumunan

    Siti Yona Hukmana - 26 November 2020 21:41 WIB
    Kapolda Metro Minta Dukungan Ulama Bubarkan Kerumunan
    Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Foto: Dok Humas DKI
    Jakarta: Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Mohammad Fadil Imran menyoroti sejumlah kerumunan yang terjadi di Ibu Kota belakangan ini. Kerumunan itu terbukti telah membuat klaster baru penyebaran virus korona (covid-19).

    "Saya mau dapat masukan dalam konteks ini, bagaimana kita menyikapinya? Apakah harus kita biarkan, atau bubarkan? Kalau saya bubarkan, tolong ini diperkuat agar masyarakat bisa selamat. Mohon saya didukung bersama Pangdam Jaya (Mayjen Dudung Abdurachman)," kata Fadil kepada para ulama Jakarta di Yayasan Arrahmah Center, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 26 November 2020.

    Baca: Penambahan Kasus Covid-19 Konsisten di Atas 4 Ribu Harus Jadi Alarm

    Menurut dia, jumlah kasus positif covid-19 di DKI Jakarta terus bertambah. Hampir setiap hari jumlah kasus baru covid-19 tercatat lebih dari 1.000. Untuk Kamis ini saja ada 1.064 kasus baru.

    Kerumunan belakangan yang terjadi di Jakarta yakni, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 November 2020. Kemudian, pernikahan anak pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 November 2020. 

    Fadil sejatinya mengharapkan masyarakat yang berkerumun dalam kegiatan itu dalam keadaan sehat. Namun nyatanya, kata dia, ada masyarakat yang terjangkit covid-19. Total 197 orang positif covid-19 akibat kerumunan di Tebet dan 30 orang positif covid-19 di Petamburan.

    "Makanya kemarin kami datang ke Petamburan, kami ke Tebet, dan lakukan tracing (pelacakan), testing (pengetesan), dan treatment (pengobatan). Kami Polri tidak ada kepentingan lain, keselamatan masyarakat yang utama," ujar mantan Kapolda Jawa Timur itu. 

    Fadil ingin semua pihak disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama para tokoh dan ulama. Dia tak ingin masyarakat menjadi korban atas kegiatan agama yang diselenggarakan.

    "Udah capek sekolah, mondok, tiba-tiba koit karena enggak disiplin (protokol kesehatan), kena covid-19. Ini bahaya," kata Fadil. 

    Fadil menyadari hidup, rezeki, dan jodoh semuanya di tangan Allah. Terlepas dari itu, dia menyebut masyarakat perlu berikhtiar. 

    "Begitu yang saya peroleh dari kiai. Jangan mentang-mentang semua akan mati, terus (berkerumun). Ini enggak boleh," tegas dia.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id