Ariza: Tidak Ada Efek Samping Vaksinasi Covid-19 di Jakarta

    Antara - 20 Januari 2021 06:00 WIB
    Ariza: Tidak Ada Efek Samping Vaksinasi Covid-19 di Jakarta
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meminta masyarakat tak khawatir dengan vaksin covid-19. Vaksinasi dipastikan aman.

    "Pak Presiden (Joko Widodo), para gubernur, bupati, wali kota, dan para tokoh sudah melaksanakan, memberikan contoh dan teladan. Sejauh ini vaksin yang diberikan tidak masalah, tidak ada efek samping," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa, 19 Januari 2021. 






    Riza berharap vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan bisa berjalan lancar. Pasalnya, orang yang sudah menerima vaksin Sinovac akan disuntik kembali kedua kalinya dalam selang waktu 14 hari.

    "Vaksin kedua dan seterusnya seluruh warga yang memang berhak dan harus divaksin bisa segera mendapatkan," kata Riza.

    Baca: Menag Usulkan Tokoh Agama Masuk Kelompok Prioritas Penerima Vaksin

    Vaksinasi tahap pertama di Jakarta menyasar 131.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan. Setiap penerima diberikan dua dosis vaksin sehingga dibutuhkan kurang lebih 262.000 vaksin Sinovac untuk penyuntikan tahap pertama bagi tenaga kesehatan.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta baru mendapatkan 120.040 vaksin Sinovac dari pemerintah pusat. Vaksin itu sedang disuntikkan kepada 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh publik.

    Widyastuti masih menunggu tambahan vaksin covid-19 karena DKI Jakarta masih membutuhkan 142.000 vaksin Sinovac. Masih ada 71.000 tenaga kesehatan yang perlu disuntik pada tahap pertama.

    "Sesuai ketentuan Bapak Presiden, program vaksinasi covid-19 menjadi tanggung jawab pemerintah (pusat)," ujar Widyastuti beberapa waktu lalu.

    Pemprov DKI menargetkan 7.610.198 warga diberikan vaksin covid-19 sehingga kekebalan komunal (herd immunity) bisa tercapai. Setelah 131.000 tenaga kesehatan, kelompok penerima vaksin berikutnya ialah 500.000 pekerja pelayan publik.

    "Lalu, kelompok yang rentan secara geospasial maupun ekonomi ada tiga jutaan lebih, kelompok usaha dua jutaan lebih, dan juga kelompok lansia," jelas Widyastuti. 


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id