DPRD DKI Minta Pemprov Jelaskan Penaikan NJOP

    Muhammad Al Hasan - 20 Juli 2018 18:07 WIB
    DPRD DKI Minta Pemprov Jelaskan Penaikan NJOP
    Proyek pembangunan gedung bertingkat dengan latar matahari terbenam, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
    Jakarta: Anggota Komisi C DPRD DKI Ruslan Amsyari meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) menjelaskan penaikan nilai jual objek pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (NJOP PBB-P2). Kebijakan penaikan NJOP PBB P2 masih menjadi polemik.

    "Pada perinsipnya saya tidak setuju kenaikan PBB-P2 yang begitu luar biasa hingga ada yang sampai 100 persen. Saya berharap SKPD terkait harus memberikan kejelasan kepada DPRD DKI khususnya dengan komisi C," kata Ruslan kepada Medcom.id, Jumat, 20 Juli 2018.

    Menurut dia, penaikan NJOP PBB-P2 di Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018 masih belum menjelaskan batasan zonasi komersial yang ditetapkannya. Itu membingungkan masyarakat, khususnya yang terkena dampak komersialisasi.

    "Kebijakan melalui pergub gubernur sedapat mungkin dibatalkan sambil mengklaster kembali apa yang dimaksud zonasi komersial cakupannya sampai mana saja sehingga perlu juga di pertimbangkan untuk mengubah dan memperbaiki tata ruang yang ada," kata dia.

    Alasan Pemprov untuk mengejar target pendapatan APBD tidak saklek. DPRD melihat mengejar target pendapatan tidak melulu harus melalui penaikan NJOP. Masih banyak sisi lain yang bisa dimaksimalkan.

    Ia menyarankan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) menggenjot dari sisi pendapatan, seperti pajak air tanah. Pasalnya, banyak pemakaian air tanah di gedung komersial yang tak terawasi.

    "Termasuk juga mengoptimalkan penerimaan dari hasil kerjasama dengan pihak-pihak ketiga yang menggunakan asset DKI," ujar dia.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id