Penerapan Ganjil-Genap di Jakarta Dinilai Prematur

    Cindy - 02 Agustus 2020 18:52 WIB
    Penerapan Ganjil-Genap di Jakarta Dinilai Prematur
    Sosialisasi perluasan sistem ganjil-genap. MI/Saskia Anindya Putri
    Jakarta: Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai penerapan kembali sistem ganjil-genap saat pandemi covid-19 (korona) tidak tepat. Kebijakan tersebut akan mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.

    "Kebijakan ini terlalu prematur untuk menerapkan sekarang apalagi kondisi pandemi covid-19 di DKI masih sangat tinggi," kata Trubus saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 2 Agustus 2020.

    Trubus menyebut potensi penularan dalam transportasi umum lebih tinggi ketimbang kendaraan pribadi. Dia menduga klaster baru di perkantoran juga akibat penularan di transportasi umum.

    Dia menilai penumpukan penumpang di sejumlah transportasi umum, seperti kereta rel listrik (KRL) dan Transjakarta, kerap terjadi pada jam-jam sibuk. Keadaan tersebut akan semakin memburuk bila ganjil-genap kembali diterapkan.

    "Ini tentu akan berdampak pada kenaikan jumlah penularan," ujar dia.

    Baca: MRT Tambah Jam Operasi Respons Penerapan Ganjil-Genap

    Selain itu, kendaraan pribadi yang belum membayar pajak tak bisa bebas berkeliaran di 25 rute ganjil-genap Ibu Kota. Berlakunya ganjil-genap membuat penilangan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berjalan.

    "Mereka-mereka yang belum bayar pajak karena pandemi ini otomatis kena sanksi ETLE itu (bila melindas di 25 rute ganjil-genap)," beber Trubus.

    Trubus meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunda penerapan sistem ganjil-genap sampai situasi covid-19 terkendali. Sebab, penerapan ganjil-genap justru berpotensi membentuk klaster baru di transportasi umum.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id