Tilang Elektronik Jaring Pengemudi Tak Pakai Sabuk Pengaman

    Siti Yona Hukmana - 03 Juli 2019 11:18 WIB
    Tilang Elektronik Jaring Pengemudi Tak Pakai Sabuk Pengaman
    Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di JPO Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)
    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menerapkan sistem penilangan elektronik (e-TLE) dengan empat fitur terbaru sejak Senin, 1 Juli 2019. Hari kedua beroperasi, 210 pelanggar terekam oleh kamera canggih itu. 

    "Sebanyak 150 pengendara ditilang karena tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt). Ini jenis pelanggaran paling banyak di hari kedua pada Selasa, 2 Juli 2019," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. 

    Nasir memerinci area-area yang merekam pengendara tak menggunakan sabuk pengaman. Di jembatan penyeberangan orang (JPO) Kementerian Pariwisata ada delapan kendaraan, 67 kendaraan di Jalan Medan Merdeka (Patung Kuda Arjuna Wiwaha), 37 kendaraan di Traffic Light (TL) Sarinah arah ke Hotel Indonesia (HI), 11 kendaraan di bawah Jalan Layang Non Tol (JLNT) arah Semanggi, 18 kendaraan di bawah JLNT arah HI, lima kendaraan di JPO Ratu Plaza dan empat kendaraan di JPO Hotel Sultan. 

    Baca juga: 2.783 STNK Terblokir Sejak Tilang Elektronik Beroperasi

    Jenis pelanggaran yang kedua terbanyak yakni pada pengemudi yang tidak patuh pada marka jalan. Nasir mengatakan, ada 45 pengendara yang ditilang

    "Sebanyak tujuh pengemudi ditilang di Jalan Medan Merdeka Selatan (Patung Kuda Arjuna Wiwaha), 13 kendaraan di TL Sarinah arah ke HI, sembilan kendaraan di TL Sarinah arah ke Monas, 16 kendaraan di TL Gajah Mada Plaza," beber Nasir. 

    Lebih lanjut, Nasir menyebut ada sembilan pengemudi ditilang karena kedapatan melanggar areal ganjil genap. Rinciannya, delapan pengemudi di tilang di JPO Kemenpan RB dan satu pengemudi ditilang di JPO Ratu Plaza. 

    "Pelanggar paling sedikit terdapat pada jenis pelanggaran menggunakan telepon genggam saat berkendara. Ada enam pengemudi di tilang. Dua pengemudi ditilang di JPO Kementerian Pariwisata dan empat di JPO Hotel Sultan," pungkas Nasir. 

    Saat ini, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Sementara 10 kamera dengan empat fitur terbaru mulai diterapkan Senin, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Tilang Elektronik Anyar Ditargetkan Mampu Mengurangi Pelanggaran 50%

    Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara dan melebihi kecepatan maksimal 40km/jam.

    Dua belas kamera ini ditempat di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

    Tilang elektronik ini dinilai mampu menurunkan jumlah pelanggar hingga 40 persen. Ke depan, tilang elektronik ditargerkan dapat menekan jumlah pelanggaran di atas 50 persen.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id