Parkir Liar Dinilai Hambat Penataan Kota Tua

    Yanurisa Ananta - 15 Desember 2017 15:40 WIB
    Parkir Liar Dinilai Hambat Penataan Kota Tua
    Kota Tua--MI/RAMDANI



    Jakarta: Adanya parkir liar di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dianggap menghambat proses penataan Kota Tua. Pasalnya, parkir liar bukan hanya terletak di pinggir jalan, tapi juga di dalam eks gedung-gedung tua. Ini membuat pedagang kaki lima (PKL) Lokasi Binaan (Lokbin) di Jalan Cengkeh kesulitan mendapat pembeli. 

    Alhasil, PKL yang dibina oleh Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DKI Jakarta di Jalan Cengkeh sepi dari pembeli.

     



    Panglima PKL Kota Tua, Budi Prawira, 46, menyesalkan adanya pembiaran kantung-kantung parkir liar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Menurutnya, jika parkir liar tidak ada mau tidak mau kendaraan terparkir di parkiran resmi yang sudah disediakan di Jalan Cengkeh, Bank BNI, dan Stasiun Kota. Dengan demikian, otomatis pengguna kendaraan akan menghampiri dagangan miliknya.

    “Kami kecewa dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Buruk. Tegas kepada kami (PKL) tapi melempem di parkir liar,” ujarnya, Jumat, 15 Desember 2017.

    Budi meyakini bila Dishub serius menata pola parkir di Kota Tua maka kawasan yang tengah direvitalisasi akan menjadi kondusif. Lokbin yang dibina Pemprov pun akan ramai pengunjung. Kantung-kantung parkir akan teratur dan kawasan Kota Tua tidak lagi semrawut.

    Baca: Revitalisasi Kota Tua Diresmikan 5 Oktober

    Berdasarkan pantauan, sejumlah kendaraan terparkir hingga menguasai sebagian trotoar. Parkir juga memenuhi gedung-gedung tua di dekat Jalan Taman Fatahillah. Adanya kendaraan yang terparkir membuat PKL merasa aman dan nyaman berjualan di sana. Kantung-kantung parkir tersebut di antaranya di Jalan Bank tak jauh dari minimarket, Jalan Kali Besar Timur, dan beberapa bangunan di Jalan Lada.



    Setiap harinya lapak parkir liar dipenuhi kendaraan. Tiap kendaraan bebas memarkir kendaraan tanpa ketentuan jam. Untuk motor Rp5 ribu dan Rp10 ribu untuk kendaraan roda empat. Kondisi itu berbanding terbalik dengan parkir resmi. 

    Padahal, penataan Kota Tua harus diselesaikan untuk menarik perhatian wisatawan menjelang gelaran Asian Games 2018.

    Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Anggiat Banjanahor, menyatakan telah beberapa kali menertibkan parkir liar. Tindakan mengempiskan ban, menderek, dan menilang kendaraan yang terparkir liar sudah dilakukan. Pihaknya pun menempatkan anggota dan kendaraan Derek. “Yang ingin buka parkir langsung kami tegur,” ujarnya.

    Kepala Unit Pengelolaan Kawasan (UPK) Kota Tua, Norviadi S Husodo mengamini parkir liar memperburuk wajah Kota Tua yang tengah berbenah. Penataan pun akhirnya terhambat dengan keberadaan parkir. Namun, pihaknya tidak bisa melakukan apa pun karena penindakannya ada di tangan Dishub DKI. “Padahal Asian Games ini kan sebentar lagi,” imbuhnya.

    Hal serupa pun diakui Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Irwandi. Dirinya meminta Dishub tegas terhadap parkir liar. Di satu sisi, di antara sekian banyak lapak parkir, ia menyorot keberadaan parkir di gedung-gedung tua. Lapak itu seolah memutus keberadaan Lokbin Cengkeh yang dilengkapi lahan parkir.

    “Ini yang menjadi keluhan PKL. Mereka sepi karena parkir saja sepi. Artinya pembeli tak datang lantaran tak ada. Imbasnya banyak PKL yang keluar,” tuturnya. 

    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id