Demo Tolak PPKM, 350 Polantas Amankan Jalan Sekitar Istana Merdeka

    Siti Yona Hukmana - 24 Juli 2021 06:57 WIB
    Demo Tolak PPKM, 350 Polantas Amankan Jalan Sekitar Istana Merdeka
    Polisi memasang kawat berduri untuk mengantisipasi unjuk rasa menolak PPKM di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 24 Juli 2021. Foto: Ditlantas Polda Metro Jaya



    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah ruas jalan sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Polisi lalu lintas (polantas) dikerahkan menjaga pengunjuk rasa penolakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

    "Ada 350 personel (anggota Ditlantas)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada Medcom.id, Sabtu, 24 Juli 2021. 

     



    Sambodo mengatakan personel itu mulai siaga pukul 07.00 WIB. Mereka akan mengamankan jalan-jalan yang ditutup untuk mengantisipasi penerobosan dari pedemo. 

    Ditlantas Polda Metro Jaya menutup jalan di Patung Kuda Arjuna Wijaya menuju Istana Merdeka Jumat malam, 23 Juli 2021. Hal itu untuk penerapan PPKM level 4 dan pengamanan unjuk rasa. 

    Jalan di Patung Kuda tampak ditutup menggunakan barier beton. Di Jalan Harmoni, polisi menutup jalan menggunakan barier beton, barier air, dan kawat berduri. 

    Baca: Ariza: PPKM Semata-Mata untuk Keselamatan Warga

    Namun, Sambodo belum dapat memastikan jam buka tutup jalan tersebut. Polisi akan bertindak sesuai situasi di lapangan.

    "Penutupan situasional, melihat perkembangan eskalasi di lapangan," ujar Sambodo. 

    Meski menjalankan skema penutupan jalan, Sambodo mengatakan tidak ada pengalihan arus imbas unjuk rasa itu. Pasalnya, DKI Jakarta masih menerapkan PPKM.

    "Saat ini penyekatan PPKM level 4 masih berlangsung di Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat)," ujar Sambodo.

    Selebaran ajakan unjuk rasa beredar di media sosial WhatsApp. Unjuk rasa itu tertulis akan dilakukan Sabtu, 24 Juli 2021, dengan long march dari Glodok-Istana Merdeka. 

    Dalam selebaran itu terlihat ada beberapa pihak yang diklaim mendukung unjuk rasa tersebut. Mereka mengatasnamakan Shoppe Food, Gojek, Grab, aliansi mahasiswa, dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) Jakarta.

    Namun, Grab Indonesia membantah menginisiasi unjuk rasa menolak pemberlakuan PPKM level 4. Grab mendukung penuh PPKM.

    "Kami tegaskan bahwa Grab tidak terlibat sama sekali dalam gerakan ini," kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.
     
    Dia menyampaikan logo Grab dicatut pihak tak bertanggung jawab dalam surat yang disebar melalui pesan berantai itu. Dia menegaskan Grab tidak pernah mendukung aksi tersebut.

    Grab Indonesia mengingatkan mitranya tidak terlibat atau memprovokasi mitra lain dalam kegiatan yang dapat merusak fasilitas umum. Hal itu tercantum dalam kode etik Grab.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id