Kasus Covid-19 di Cengkareng Diklaim Turun Setelah PPKM Darurat

    Antara - 21 Juli 2021 16:22 WIB
    Kasus Covid-19 di Cengkareng Diklaim Turun Setelah PPKM Darurat
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Camat Cengkareng, Jakarta Barat, Ahmad Faqih, mengeklaim jumlah kasus covid-19 di wilayahnya telah menurun. Kondisi ini terjadi setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

    "Sekarang kasus harian 120, sebelumnya bisa sampai 500 dan 800," kata Ahmad Faqih saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Dia menjelaskan Cengkareng kini menempati posisi 12 setelah sebelumnya bertengger di urutan teratas dengan kasus covid-19 terbanyak di DKI. Ahmad mengeklaim zona merah di wilayahnya sudah tidak ada, yang tersisa hanya zona kuning. 

    "Dulu zona merah sampai 10 RT sekarang 0," ujar Ahmad.

    Baca: PPKM Darurat Ganti Nama, Ini Respons Pengusaha

    Namun, Ahmad mengingatkan masyarakat untuk terus patuh terhadap PPKM darurat. Warga sebisa mungkin diharap tetap di rumah untuk menekan penyebaran covid-19.

    "Kita tetap ikuti program PPKM darurat karena kan diperpanjang sampai tanggal 25 Juli jadi tetap kami ikuti," kata dia.

    Presiden Joko Widodo melanjutkan PPKM darurat setidaknya hingga Minggu, 25 Juli 2021, dari seharusnya selesai pada Selasa, 20 Juli 2021. Jokowi menjanjikan melonggarkan pembatasan kegiatan pada Selasa, 26 Juli 2021, bila kondisi pandemi membaik.

    "Jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka pemerintah pada 26 Juli melakukan pembukaan bertahap," kata Jokowi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 20 Juli 2021.

    Jokowi mencontohkan pasar tradisional penjual kebutuhan pokok diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Pelonggaran juga diberikan kepada toko kelontong, warung makan, hingga pedagang kaki lima (PKL).
     
    Menurut dia, PPKM darurat mulai Sabtu, 3 Juli 2021, menjadi kebijakan yang tidak bisa dihindari pemerintah. Hal ini untuk mengurangi penularan covid-19 dan beban rumah sakit (RS). 
     
    "Agar layanan pasien penyakit lain tidak terganggu dan terancam nyawanya," kata Kepala Negara.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id