comscore

Wihara Petak Sembilan Ditetapkan Jadi Peninggalan Sejarah

Antara - 20 Juni 2022 13:24 WIB
Wihara Petak Sembilan Ditetapkan Jadi Peninggalan Sejarah
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (kiri) menandatangani prasasti sejarah Vihara Dharma Jaya Toasebio Petak Sembilan, Glodog, Jakarta Barat di Jakarta, Kamis (12/5/2022). Branda Antara
Jakarta: Kementerian Agama menetapkan Vihara Dharma Jaya Toasebio Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, sebagai prasasti sejarah. Peresmian ditandai pembukaan selubung kain berwarna merah oleh Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo dan Ketua Yayasan Vihara Dharma Jaya Toasebio Arifin Tanzil pada Sabtu, 19 Juni 2022.

Melansir Antara, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menandatangani prasasti bersejarah itu di Kantor Kementerian Agama pada 12 Mei 2022. Wihara itu resmi jadi peninggalan sejarah usai pemasangan dan penandatanganan prasasti yang dipajang pada bagian dalam bangunan.
"Penghormatan yang tinggi kepada sembilan pendiri pada tahun 1983 secara bersama-sama mendirikan Yayasan Wihara Dharma Jaya Toasebio yang berkembang hingga saat ini," kata Wibowo, melansir Antara, Senin, 20 Juni 2022

Wibowo menyampaikan apresiasi itu atas upaya Yayasan Vihara Dharma Jaya Toasebio membangun prasasti sebagai wujud bakti kepada para pendahulu. Prasasti itu juga sebagai edukasi kepada generasi penerus untuk dapat mengingat jasa dan budi baik para sesepuh sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendiri yayasan.

"Generasi sebelumnya membangun jalan yang akan dilalui oleh generasi yang akan datang," tutur Wibowo mengutip pepatah bijak.

Kelenteng Toasebio berdiri sejak dibangun kembali pada 1751, sudah berusia 271 tahun. Wihara ini didirikan sembilan orang, yakni Ferdinand Kencana Jaya, Husin Buntara Sjarifudin, Husen Buntara Sjarifudin, Agustinawati, Rachman Santosa, Lauw Kiong Hoa, Wong Sem Fie, Harjanto, dan Mujadin Pangestu.

Ketua Yayasan Dharma Jaya Toasebio Arifin Tanzil menjelaskan sejarah berdirinya yayasan hingga manfaatnya bagi umat Budha. Dia menyampaikan sejarah ketika kakeknya menghibahkan sebidang tanah kepada yayasan di Wihara Dharma Jaya Toasebio.

"Saat ini tanah yang dihibahkan telah menjadi sepenuhnya milik yayasan Wihara Dharma Jaya Tosebio," kata Arifin.

Baca: DKI Bangun 2 Skywalk di Jaksel, Ditarget Kelar September

Kelenteng dibangun lagi mulai 1751, pada tahun 1754 difungsikan sebagai tempat ibadah orang Tionghoa di Batavia. Kelenteng ini sempat dihanguskan pemerintah Hindia Belanda karena berkaitan dengan oknum yang terlibat dalam tragedi Kali Angke dan Geger Pecinan.

Dalam rangka memperjelas sejarah maka dibuatlah prasasti sejarah kelenteng. Hal itu agar diketahui masyarakat dan wisatawan mancanegara.

Ketua Dharmapala Forum Aktivis Buddha bersatu (FABB) Kevin Wu yang hadir pada kesempatan itu mengajak para pemuda untuk bangkit dan turut berperan aktif membangun semangat persaudaraan, persatuan, serta menjaga keberagaman.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id