Pemilihan Wagub DKI Dinilai Ribet

    Sri Yanti Nainggolan - 22 Februari 2020 21:31 WIB
    Pemilihan Wagub DKI Dinilai Ribet
    Pengamat perkotaan Yayat Supriatna (kiri). Foto: MI/M Irfan
    Jakarta: Pengamat tata kota Yayat Supriatna menyebut pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI kali ini paling ribet dan lama. Digantinya calon bukti ketidakseriusan parpol pengusung.

    "Inilah pemilihan wagub DKI yang paling riweuh," ujar dia dalam diskusi di Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020

    Dia sudah dimintai memberi masukan sejak Februari 2019. Cawagub saat itu adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Yayat pun mempertanyakan komitmen para partai politik saat nama calon berubah.

    Ia membandingkan kala Basuki Tjahaja Purnama naik jabatan menjadi Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo pada 2014. Pemilihan Djarot Saiful Hidayat sebagai wagub DKI tak seribet sekarang.

    "Ini memang persoalan konstelasi dan banyak kepentingan. Mengapa mekanisme yg dulu tidak begitu ramai seperti sekarang, sekarang harus terlalu lama?" ia mempertanyakan.

    Yayat juga berpendapat proses yang lama membuat masyarakat tak peduli Anies Baswedan punya wakil atau tidak. Apalagi, masa kepemimpinan Anies Baswedan tinggal 2 tahun lagi.

    "Pertanyaan paling besar pemilihan ini untuk siapa?" kata dia.

    Pemilihan Wagub DKI Dinilai Ribet
    Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta. MI/Panca Syurkani

    Kursi wagub DKI kosong sejak Agustus 2018. Jabatan wagub ditanggalkan Sandiaga Uno yang memilih mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Posisi wagub menjadi jatah Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Anies-Sandiaga di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Namun, pemilihan wagub mandek di DPRD DKI.

    Kader PKS Nurmansyah Lubis dan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria pun disodorkan sebagai cawagub DKI. Keduanya bakal dipilih DPRD DKI pada Februari 2020.


     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id