Angkutan Daring Harus Dibatasi

    Medcom - 28 November 2019 20:01 WIB
    Angkutan Daring Harus Dibatasi
    Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia, Deddy Herlambang. Medcom.id/Dhiandra Mugni
    Jakarta: Kendaraan daring, seperti ojek dan taksi, dinilai perlu dibatasi. Ribuan pendaftar baru diizinkan bergabung ke perusahaan aplikator jasa transportasi daring tiap hari, sementara segmen pengguna jumlahnya tetap.

    "Hal ini menambah macet, jelas, menambah pasar-pasar ojek sendiri jadi tidak jelas. Makanya mereka mengeluh pendapatannya berkurang," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia Deddy Herlambang di Artotel Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

    Deddy menyatakan pembatasan kuota kendaraan daring yang bergabung solusi tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Sinergi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dibutuhkan untuk memastikan hal tersebut bisa terjadi.

    Kemkominfo berwenang dalam perizinan aplikasi dan teknologi daring. Sementara, Kemenhub berwenang di perizinan angkutan karena pasar ojek dan taksi daring ada di jalan.

    "Kemkominfo dapat mengatur masalah kuota sesuai dengan arahan dari Kementerian Perhubungan," kata Deddy.

    Deddy pun berharap hal ini dapat terwujud segera. Namun, pembatasan tetap mempertimbangkan kondisi wilayah dan kebutuhan yang ada. (Dhiandra Mugni)



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id