Warga Kampung Akuarium Ogah Pilih Sewa Hunian

    Ilham wibowo - 25 Agustus 2019 23:58 WIB
    Warga Kampung Akuarium Ogah Pilih Sewa Hunian
    Suasana selter Kampung Akuarium, Minggu, 25 Agustus 2019. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Ratusan warga Kampung Akuarium RT12/RW04 Penjaringan, Jakarta Utara tak lama lagi bakal menempati bangunan baru dengan konsep rumah susun berderet. Desain bangunan saat ini disebut telah berada di Dinas Perumahan DKI Jakarta menanti proses lelang. 

    Koodinator wilayah Kampung Akuarium Dharma Yani mengatakan, konsep permukiman yang bertajuk 'Kampung Susun Bahari Akuarium' ini nantinya akna dihuni warga yang terkena dampak relokasi pada 2016. Saat ini tercatat ada 231 KK warga Kampung Akuarium yang bakal menempati permukiman yang diusulkan menempati kawasan wisata komunitas sungai terpadu. 

    "Kami ingin hunian kami berintegrasi dengan cagar budaya yang ada di Kampung Akuarium. Kampung kami supaya punya ciri khas sebagai kawasan wisata," kata Yani kepada Medcom.id, Minggu, 25 Agustus 2019. 

    Yani bersama warga Kampung Akuarium lain sempat bersitegang dengan Pemprov DKI Jakarta era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama saat relokasi penataan kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa pada 2016. Sebagian besar warga tak merelakan huniannya digantikan Rusun sederhana sewa yang berbeda lokasi. Warga pun kemudian mendirikan tenda sembari melakukan langkah hukum gugatan class action di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

    Beberapa bulan berlalu, emosi warga mulai mereda usai orang nomor satu di DKI Jakarta berganti serta terbitnya Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 878 Tahun 2018 pada 21 Mei 2018. Surat yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu menjadi dasar hukum sesuai keinginan warga yakni melaksanakan penataan kampung di Jakarta.

    "Kampung kami ini tergusur tapi pada saat kami diskusi dengan Pak Gubernur Anies Baswedan dan kami bersedia dimasukan dalam program Community Action Plan (CAP)," ungkap Yani.  

    Yani berharap warga Kampung Akuarium mendapat keleluasaan msngunakan Hak Guna Bangunan (HGB) secara badan hukum melalui koperasi yang dikelola warga. Warga juga bersedia menyicil sebanyak 30 persen anggaran bangunan yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta. 

    Yani menegaskan warganya menolak bila diberikan pilihan skema hunian sewa yang dilakukan Pemprov DKI di beberapa rusun lain untuk relokasi warga. Ia bilang, alasan dicabutnya class action satu di antaranya yakni warga Kampung Akuarium memiliki hunian permanen di lokasi yang sama. 

    "Tujuan kami ingin bermukim bukan hanya sekedar mendapat hunian lalu setelah itu kami stres memikirkan bulanan. Kami ingin ada jaminan keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan ekonomi saat bermukim. Kalau hasilnya kembali sewa, tidak sesuai dengan harapan kami," ungkapnya.

    Keinginan warga Kampung Akuarium kepada Pemprov DKI Jakarta cukup ekslusif dengan menyampaikan langsung desain berbentuk gedung empat lantai berderet. Hasil perhitungan warga dan konsultan dari lembaga swadaya masyarakat, kata Yani, khusus bangunannya saja diperkirakan menelan biaya Rp50 miliar. 

    Selain hunian, warga juga ingin dibuatkan sarana lain seperti dermaga kecil untuk bisa menyandarkan kapal bagi nelayan. Menurut Yani, kehadiran dermaga merupakan solusi agar ekonomi warga Kampung Akuarium tetap bisa tumbuh.  

    "Pendataan sudah kami lakukan sejak lama, letak bangunan juga sudah sosialisasi. Warga sudah paham semua, jadi tinggal action saja peletakan batu pertama," ujarnya. 

    Saat ini, ada 103 KK dari 231 KK masih bertahan di selter Kampung Akuarium menantikan proses pembangunan proyek. Meski tidak seluruhnya berada di selter, warga yang telah tercatat dan sebelumnya ikut berjuang bersama tetap berhak ikut menempati hunian baru. 

    "Kami juga sudah sepakat menata unit bahwa yang di bawah itu lebih tua dulu, tidak beda dengan pembuatan selter ini yang perencanaan dan penerapannya dikomunikasikan dari warga," tuturnya. 



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id