Anies Disebut Nyaman Sendiri

    Ferdian Ananda - 14 Agustus 2019 13:35 WIB
    Anies Disebut Nyaman Sendiri
    Balai Kota DKI Jakarta, kantor gubernur dan wakil gubernur. Foto: MI/Arya Manggala.
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Ramly Muhammad menyebut keterlambatan pengisian jabatan wakil gubernur DKI Jakarta bukan karena lambatnya kerja panitia khusus (pansus) DPRD. Kerja pansus, kata dia, telah rampung sehingga bola berikutnya berada di ketua dan sebagian anggota dewan.

    "Pansus sudah selesai, jadi jangan disalahkan dan pukul rata semua (anggota) dewan. Ada (anggota) dewan lain yang bagus kok, ingin menyelesaikan, tetapi kalau tidak ditandatangani pimpinan, tidak buat rapat, kapan bisa jalan," kata Ramly di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Anggota Fraksi Golkar ini juga menuding keterlambatan pengisian wagub DKI akibat ketidakseriusan Anies Baswedan selaku gubernur. Menurutnya, Anies lebih senang memimpin sendiri.

    "Memang kita punya gubernur senang sendiri kan, dia juga mendukung itu supaya tetap sendiri. Tetapi sewaktu-waktu dia ngomong lagi butuh calon, pura-pura, padahal waktu sempit," sebutnya.

    Baca juga: Anies Desak Pansus Segera Tetapkan Wagub DKI

    Menurut Ramly, kondisi itu juga dimanfaatkan beberapa oknum legislator untuk mengulur waktu pemilihan calon wakil gubernur. Ia mengaku khawatir dengan stigma masyarakat terhadap kinerja dewan yang tidak mampu merampungkan pemilihan pengganti Sandiaga Uno.

    Di sisi lain, ia tak menampik tidak semua anggota dewan satu suara dalam pemilihan wakil gubernur. Kendati demikian, pihaknya memastikan tetap bekerja. 

    "Kita kerja siang malam tetapi masyarakat kan melihat kita sama semua, padahal ada dewan yang punya niat enggak bagus, biar kourum atau tidak ini," terangnya.

    Ramly berkeyakinan posisi wakil gubernur DKI Jakarta akan terisi setelah kepengurusan baru periode 2019- 2024.

    "Maka saya sarankan kalau enggak mampu enggak usah sekarang, daripada terburu-buru kasih saja sama dewan yang baru," paparnya.

    Lebih lanjut, Ramly mengatakan masa kerja anggota DPRD DKI Jakarta akan berakhir pada 25 Agustus 2019. Karenanya dalam waktu sesingkat itu dipastikan pelaksanaan rapat pimpinan gabungan tidak akan berjalan optimal.

    Baca juga: Kemendagri Pantau Pemilihan Wagub DKI

    "Iya sempit lah, kalau dikejar enggak maksimal. Mending serahkan kepada dewan baru, biar fresh dan konsen karena kalau sudah 18 bulan lewat kan sudah enggak bisa lagi," pungkasnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengharapkan urusan pemilihan wakil gubernur dapat terselesaikan sebelum pelantikan keanggotaan baru DPRD DKI Jakarta.

    "Saya berharap (pemilihan wagub) selesai sebelum keanggotaan baru, tapi wewenang tetap di DPRD," ujar Anies di Jakarta, Selasa (13/8).

    Anies menegaskan, penunjukan wagub DKI Jakarta merupakan hak DPRD melalui panitia khusus (pansus) yang telah ditunjuk. Dia telah menyerahkan urusan itu seluruhnya kepada mereka. Meski dengan keanggotaan DPRD DKI yang baru, Anies menganggap pihak yang berwenang menentukan wakil gubernurnya tetap akan sama.

    "Nama calon tetap dua, nama calon tetap sama. Ya menurut saya pansus tuntaskan. Kan sudah jadi pansus, tuntaskan," tutupnya.

    Sudah satu tahun kursi wagub DKI kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno yang mencalonkan diri dalam Pilpres 2019. Menurut Undang-undang No 10/2016 tentang Pilkada, pemilihan wakil kepala daerah dilakukan oleh DPRD.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id