PSBB Transisi DKI Diperpanjang Sampai 22 November

    Cindy - 08 November 2020 19:29 WIB
    PSBB Transisi DKI Diperpanjang Sampai 22 November
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Masa PSBB transisi diperpanjang selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 9-22 November 2020.

    "Sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus covid-19, kami memutuskan untuk perpanjangan PSBB transisi," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat keterangan tertulis, Minggu, 8 November 2020.

    Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020. Anies menyebut kondisi wabah covid-19 di Ibu Kota lebih terkendali sejak penerapan PSBB transisi kedua.

    Pernyataan itu didasari data epidemiologis yang menunjukan kondisi penularan covid-19 mengalami pelambatan. Pemprov DKI Jakarta mencatat penurunan signifikan dari kasus aktif sebesar 55,5 persen atau 12.481 kasus selama 14 hari terakhir hingga 24 Oktober 2020.

    Kemudian turun menjadi 8.026 kasus pada 7 November 2020. Tingkat kesembuhan juga menunjukkan tren perbaikan dengan 90,7 persen pada 7 November 2020.

    "Sedangkan pada setiap dua pekan sebelumnya berada di angka 78,9 persen pada 26 September, 82,3 persen pada 10 Oktober dan 85,4 persen pada 24 Oktober," ucap dia.

    Di sisi lain, tingkat kematian cenderung stabil di angka 2,1 persen pada 7 November dan 24 Oktober 2020. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan dua pekan sebelumnya, yaitu 2,4 persen pada 26 September dan 2,2 persen pada 10 Oktober.

    Baca: Kasus Baru dan Pasien Sembuh Covid-19 Terbanyak Disumbang DKI

    Anies melanjutkan jumlah laporan akumulatif kasus terkonfirmasi positif menunjukkan tren pelambatan kenaikan setiap dua pekan. Tercatat pada 7 November 2020, kasus konfirmasi positif di Jakarta berjumlah 111.201 atau meningkat 9,87 persen dari jumlah kasus 100.220 pada 24 Oktober.

    "Angka tersebut menurun jika dilihat pada perubahan data kasus positif dua pekan sebelumnya, yaitu sebanyak 70.184 pada 26 September dan 85.617 10 Oktober atau meningkat 18,03 persen," kata Anies.

    Anies menuturkan data tersebut menunjukan peningkatan akumulasi kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta tiap dua pekan menunjukan tren penurunan. Dari sebelumnya, 18,03 persen pada  26 September-10 Oktober, menjadi 14,57 persen pada 10-24 Oktober.

    "Dan kembali menurun sebesar 9,87 persen pada 24 Oktober-7 November 2020. Artinya, penularan masih ada di Jakarta namun melambat setiap dua pekan terakhir selama PSBB Transisi ini," kata dia.

    Meski, penularan covid-19 di Jakarta mengalami pelambatan, Anies tetap mengimbau warga disiplin protokol kesehatan. Terutama pelaksanaan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id