Catatan Anies Selama 9 Bulan DKI Dilanda Pandemi

    Sri Yanti Nainggolan - 09 Januari 2021 15:28 WIB
    Catatan Anies Selama 9 Bulan DKI Dilanda Pandemi
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi keterangan kepada media di Balai Kota Jakarta, Jumat, 10 April 2020. Foto: Istimewa
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan perjalanan pandemi covid-19 yang sudah melanda Ibu Kota selama sembilan bulan. Kasus pertama covid-19 ditemukan pada 2 Maret 2020. 

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI merespons penyebaran virus korona dengan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini diklaim terbukti dapat menekan kasus covid-19. 

    Anies mencatat pada penerapan pertama PSBB, April hingga Juni 2020, jumlah kasus aktif covid mulai melandai, bahkan merata. Kasus aktif meliputi pasien positif covid-19 yang dirawat di rumah sakit (RS) maupun isolasi mandiri. 

    "Juni kita PSBB transisi, nah mulai pelonggaran dan kasus mulai bergerak naik," kata Anies dalam video YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021. 
     
    Namun, meningkatnya jumlah pasien saat itu masih bisa diimbangi oleh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai. Lonjakan siginifikan muncul pada Agustus 2020, dua pekan usai libur hari kemerdekaan dan tahun baru Islam. 

    Baca: PSBB Lagi, Anies: Jangan Jenuh, Ingat Musuh Tak Kenal Jenuh

    "Kasus aktif melonjak sebanyak 49 persen dari 7.960 kasus menjadi 11.824, kasus kematian loncat 17 persen," beber dia. 

    Saat itulah, PSBB kembali diberlakukan, yakni 14-25 September 2021. Intervensi ini dilakukan agar kasus bisa melandai. 

    "(Hasilnya) ada penurunan cukup signifikan," jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan (Mendikbud) itu.

    Ia mengungkapkan kala itu, ada peristiwa menghawatirkan, yakni demonstrasi pada 11-16 Oktober 2020. Namun, unjuk rasa itu ternyata tak membuat lonjakan kasus positif. 

    Setelah itu, ada libur panjang pada 18 Oktober hingga 2 November 2020. Angka aktif covid-19 kembali melonjak dua pekan setelahnya, pada 10-14 November. Lingkungan keluarga menjadi klaster terbesar dengan persentase 40 persen. 

    "Yang bisa disimpulkan dari sembilan bulan ini, ketika kita sama-sama mengetatkan, maka bisa menurunkan kasus aktif dan harian," kata dia. 

    Kesimpulan lain, kasus aktif cenderung meningkat ketika ada libur panjang, tetapi fasilitas kesehatan cenderung masih memadai. Layanan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, hotel, dan wisma masih tersedia bagi pasien tanpa gejala atau gejala ringan. 

    Namun, kekhawatiran baru muncul di awal Januari 2021 usai libur panjang akhir tahun. Pasalnya, jumlah kasus aktif kembali meningkat. Pemprov DKI pun menyiapkan langkah antisipasi. 

    "Kita pengetatan dengan PSBB seperti September," kata Anies. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id