PPKM Mikro Diperpanjang, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Jakarta Dimulai

    Sri Yanti Nainggolan - 23 Maret 2021 14:38 WIB
    PPKM Mikro Diperpanjang, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Jakarta Dimulai
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Istimewa



    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas di masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Kegiatan belajar dan mengajar tatap muka akan mulai diterapkan pada tingkat perguruan tinggi.

    "Dimungkinkan tatap muka dengan protokol kesehatan melalui uji coba di kampus," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 23 Maret 2021. 






    Ariza, sapaan Riza, mengatakan uji coba dilakukan pada tingkat perguruan tinggi karena lebih senior. Dia berharap para mahasiswa dapat lebih cepat beradaptasi dan menyesuaikan program yang ada.

    "Nanti secara bertahap, Dinas Pendidikan sedang menyusun yang pada waktunya kita akan launching uji coba terbatas tatap muka secara offline dengan campuran antara offline dan online," papar Ariza. 

    Politikus Partai Gerindra tersebut menegaskan kapasitas kelas masih dibatasi, yakni 50 persen. Setelah uji coba di tingkat perguruan tinggi, Pemprov DKI akan menguji coba penerapan pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

    "Ya mungkin sampai 50-60, paling banyak 100 sekolah yang akan kita uji coba dalam dua bulan ke depan," kata Ariza.

    Baca: PPKM Mikro DKI Diperpanjang Hingga 5 April 2021

    Keputusan pembukaan sekolah akan berdasarkan hasil uji coba tersebut. Jika proses belajar dan mengajar berjalan baik, jumlah sekolah yang dibuka akan diperbanyak. 

    Pemprov DKI memperpanjang PPKM mikro. Perpanjangan kebijakan itu diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 294 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomer 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

    Dalam Kepgub disebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan secara daring/online. Sementara itu, perguruan tinggi atau akademi dilaksanakan secara daring atau luring/tatap muka. 

    "Pelaksanaan luring/offline atau tatap muka dibuka secara bertahap dengan proyek percontohan dengan penerapan protokol kesehatan," demikian isi Kepgub tersebut seperti dikutip medcom.id.


    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id