Klaster Perkantoran Jakarta Meningkat, Pemprov DKI Lakukan 3 Hal Ini

    Sri Yanti Nainggolan - 28 April 2021 19:05 WIB
    Klaster Perkantoran Jakarta Meningkat, Pemprov DKI Lakukan 3 Hal Ini
    Suasana gedung-gedung perkantoran di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra



    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat kenaikan jumlah kasus covid- 19 dari klaster perkantoran dalam sepekan terakhir. Beberapa tindakan pun diambil untuk menekan laju penyebaran virus korona tersebut. 

    Data kenaikan kasus ini diunggah dalam akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta pada Sabtu, 24 April 2021.
     
    Pada 5-11 April 2021, muncul 157 kasus baru dari 78 perkantoran. Kasus baru melonjak hampir tiga kali lipat pada pekan berikutnya, yakni 425 kasus dari 117 perkantoran pada periode 12-18 April 2021.

     



    Lalu, bagaimana respons Pemprov DKI dalam menyikapinya? Ada tiga langkah yang ditempuh, yakni:

    1. Mengawasi Protokol Kesehatan Lebih Ketat

    Wali Kota Jakarta Pusat, Dhanny Sukma, meminta agar pengawasan protokol kesehatan (prokes) diperketat. Ia menyerahkan mandat tersebut pada Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Pusat.

    Menurut Dhanny, perkantoran yang menerapkan ketentuan bekerja di kantor sebesar 30 persen dari total kapasitas ruangan berarti sudah menjalankan prokes dengan baik. Dhanny meminta Sudin Parekraf Jakarta Pusat mewaspadai perkantoran yang luas ruangannya tak sebanding dengan jumlah karwayan.

    "Kantor yang ruangannya terbatas tapi penghuni banyak. Di situlah penegakan prokes terkait masalah kapasitas dan jumlah ruangan yang harus ditegakkan dan harus diterapkan," terang Dhanny di Jakarta Pusat, Senin, 26 April 2021.

    2. Mencaritahu Penyebab Lonjakan Kasus

    Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) tengah mendalami penyebab meningkatnya penularan covid-19 melalui klaster perkantoran. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui apakah penularan murni terjadi di perkantoran atau saat menuju ke kantor.

    "Sejak di rumah diawali dengan klaster rumah misalnya, apakah di perjalanan pergi, di perjalanan pulang atau di kantor itu sendiri, atau di tempat-tempat lain, ini memang sedang kita cek kembali," ujar Ariza di Balai Kota, Senin, 26 April 2021.

    3. Mengimbau Karyawan Tertib Gunakan Masker

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau karyawan tertib menggunakan masker.
     
    "Di kantor pun pakai masker, kita jangan sampai di tempat umum pakai masker, sampai kantor lepas masker. Padahal lepas masker itu lah potensi utamanya (penularan)," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 28 April 2021.
     
    Anies menilai tidak ada alasan bagi umat muslim tidak menggunakan masker di bulan ramadan. Sebab, aktivitas makan dan minum terjadi di malam hari.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id