comscore

Sengketa Merek Dagang, Juragan 99 Belum Terima SP2HP

Aria Triyudha - 23 Maret 2022 01:22 WIB
Sengketa Merek Dagang, Juragan 99 Belum Terima SP2HP
Juragan 99 (kiri) saat memberikan pernyataan kepada wartawan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa malam, 22 Maret 2022.
Jakarta: Juragan 99 atau Gilang Widya Pramana  belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) terkait laporan sengketa kasus merek dagang dengan Putra Siregar. Sebelumnya, istri Gilang, Shandy Purnamasari melaporkan kasus merek dagang ini ke polisi.
 
"Sebagai pelapor, kami belum terima SP2HP," kata Pengacara Gilang Widya Pramana, Arman Anies kepada wartawan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa malam, 22 Maret 2022.

Arman mengungkapkan informasi mengenai pengusutan kasus itu dihentikan atau tetap dilanjutkan oleh polisi juga belum diterima pihaknya. Sementara,  Gilang Widya Pramana memastikan tidak ada laporan atas dirinya maupun sang istri di polisi. 
"Sudah diklarifikasi (oleh polisi)," tegas Gilang.

Sebelumnya, kepolisian menyatakan akan menyetop pengusutan kasus merek dagang yang dilaporkan istri Juragan 99, Shandy Purnamasari terhadap Putra Siregar. Sebagaimana diberitakan Medcom.id, Kasus itu tidak cukup bukti setelah pengusutan sejak Agustus 2021.

Baca: Polisi Ralat Rilis Juragan 99, Bukan Dilaporkan tapi Melaporkan, Ini Kasusnya

"Rabu, 16 Maret 2022 dilakukan gelar perkara, didapat kesimpulan kasus tidak cukup bukti, penyidikan dihentikan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko, Selasa, 22 Maret 2022.

Gatot menjelaskan, penyidik tengah melengkapi administrasi penghentian penyidikan. Dia membeberkan kronologi kasus itu. Menurut dia, kasus itu merupakan perseteruan penggunaan merek MS Glow dan MS Glow Men dengan PS Glow. Berawal saat istri Juragan 99, Gilang Widya Pramana alias pemilik MS Glow melaporkan Putra Siregar atas penggunaan merek PS Glow.

Laporan dilayangkan pada Jumat, 13 Agustus 2021. Laporan terdaftar dengan nomor: LP/B/484/VIII/2021/SPKT/Bareskrim Polri. Kemudian, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyelidiki laporan kasus crazy rich asal Malang itu. Kasus dinyatakan naik tahap penyidikan pada Rabu, 29 September 2021.

Gatot mengatakan, dalam penyidikan ditemukan fakta putusan komisi banding merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kementerian Hukum dan HAM pada Senin, 20 Desember 2021. Putusan itu berisi menerima permohonan banding Putra Siregar dan memerintahkan Dirjen KI Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan sertifikat merek PS Glow.

Petikan keputusan komisi banding tersebut disampaikan kepada penyidik pada akhir Januari (2022), kemudian penyidik meminta pendapat ahli merek atas putusan dimaksud," terang Gatot.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id