Kasak-kusuk Dua Kuda Pacu Rebut DKI 2

    Whisnu Mardiansyah - 04 Februari 2020 19:09 WIB
    Kasak-kusuk Dua Kuda Pacu Rebut DKI 2
    Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Tarik ulur perebutan kursi orang nomor dua di Ibu Kota memasuki babak akhir. Satu setengah tahun lamanya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bekerja tanpa pendamping sejak mundurnya Sandiaga Uno yang memutuskan menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2019.

    Dua partai pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra berhak mencari pengganti posisi Sandi. Namun, kedua partai tak juga sepakat sampai satu setengah tahun lamanya.

    Kedua partai akhirnya sepakat menyodorkan dua nama kandidat calon pengganti Sandiaga yang ditandatangani ketua umum masing-masing partai, 20 Januari 2020. Gerindra menyodorkan Ahmad Riza Patria sedangkan PKS mengajukan Nurmansjah Lubis. 

    "Minggu kedua Februari selesai," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik di Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020. 

    Mekanisme pemilihan cawagub DKI sempat tarik ulur. Ada yang ingin lewat penunjukan langsung oleh DPRD atau lewat uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Fraksi Golkar, PKS, NasDem, dan PSI mendukung pemilihan cawagub lewat uji kepatutan dan kelayakan.

    Gerindra mulanya tak sepakat. M. Taufik menilai kedua kandidat sudah teruji dan mumpuni sehingga tak perlu lagi diuji kepatutan dan kelayakan.
     
    Sebelum proses uji kepatutan dan kelayakan, dua kandidat mulai getol menggalang dukungan.

    1. Safari Politik ke DPRD DKI

    Sejak ditetapkan sebagai dua kandidat cawagub DKI, Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis mulai bergerilya gaet dukungan dari para legislator Kebon Sirih.

    Nurmasjah bukan nama asing sebagai legislator Kebon Sirih. Dia pernah menjabat dua perioda sebagai anggota DPRD DKI pada 2004-2009 dan 2009-2014. Namun, pada pemilihan 2019-2024 dia tidak terpilih.

    Nurmansjah lebih dulu sowan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Golkar pada Rabu, 29 Januari 2020.  Selain ajang silaturahmi pertemuan juga membahas berbagai permasalahan di Ibu Kota.
     
    "Hari ini kami didatangi teman-teman PKS, membawa (Nurmansjah Lubis) bersilaturahmi bersama partai Golkar. Banyak yang kami diskusikan tadi di dalam, terutama mengenai komitmen pembangunan DKI Jakarta ke depan," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Basri Baco di Gedung DPRD Fraksi Golkar, Rabu, 29 Januari 2020.

    Lima hari berselang, giliran Ahmad Riza Patria sowan ke teman-teman di DPRD DKI. Dia memperkenalkan diri ke Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai NasDem. 

    Kasak-kusuk Dua Kuda Pacu Rebut DKI 2
    Calon wakil gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria safari politik ke Fraksi PAN DPRD DKI. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan 

    Berbeda saat pertemuan dengan Nurmansjah, Fraksi PAN dan Golkar mengisyaratkan dukungan kepada Riza Patria. PAN misalnya berharap Riza terpilih.

    "Kami senang dikunjungi Pak Wagub dan kami berharap terpilih karena dulu kami adalah partai pendukung," ujar Ketua Fraksi PAN Lukmanul Hakim.

    Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan pemilik 'kunci' pemilihan cawagub DKI sebagai pemegang kursi terbanyak di DPRD DKI belum banyak bicara. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono belum mau sesumbar arah dukungan partai berlambang banteng moncong putih itu.

    "Kami lakukan kajian di internal fraksi dari dua nama yang sudah disodorkan oleh partai pengusung," tutur dia. 

    2. Janji Manis Dua Kandidat

    Riza Patria mulai tebar janji usai safari politik ke beberapa fraksi di DPRD DKI. Riza berkomitmen menuntaskan 23 janji program kerja Anies-Sandi di sisa masa 2,5 tahun kerja. Riza menekankan  ia tak membawa visi-misi baru atau pribadi bila ditetapkan sebagai pengganti Sandi.

    Riza akan melanjutkan transparansi dan keterbukaan informasi di lingkungan Pemprov DKI.  "Saya kalau terpilih kan cuma wagub, tentu saya harus mengikuti dan mendukung apa yang menjadi kebijakan wagub, termasuk pengaturan informasi," kata Riza.

    Sedangkan Nurmansjah fokus pada pembukaan ruang terbuka hijau (RTH). Ia menyoroti minimnya RTH di Jakarta yang hanya 3 persen dari total luas wilayah.

    Kasak-kusuk Dua Kuda Pacu Rebut DKI 2
    Calon wakil gubernur DKI Jakarta Nurmasjah Lubis bertemu warga. Foto: Medcom.id/ Kautsar Widya Prabowo.
     
    Idealnya, RTH 30 persen dari total luas wilayah. Artinya, terang dia, 20 persen tanggung jawab pemerintah menyediakan RTH, 10 persen sisanya swasta.

    Nurmansjah mengusulkan pengadaan RTH lewat mekanisme pembebasan dan pembelian lahan. "Misalnya di wilayah Jakarta Timur ada namanya sawah yang tidak boleh dijual, dibeli sama pemda jadi sawah abadi," tutur dia.

    Dia juga siap menjadi tameng kritik publik yang selama ini selalu dialamatkan kepada Anies Baswedan. "Pindahin bully-nya Pak Anies ke ane (saya). Supaya Pak Anies bekerja, dia membahagiakan warganya dari segi makro, yang diomelin gue aja," kata Nurmansjah.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id