Beda Reklamasi Ancol dan 17 Pulau di Mata Anies

    Sri Yanti Nainggolan - 11 Juli 2020 19:08 WIB
    Beda Reklamasi Ancol dan 17 Pulau di Mata Anies
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Nur Azizah
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim konsep reklamasi Ancol berbeda dengan reklamasi 17 pulau pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Reklamasi Ancol disebut bertujuan mencegah banjir.

    "Yang terjadi ini berbeda dengan reklamasi yang alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu," kata Anies dalam video Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Ia memaparkan salah satu penyebab banjir Jakarta yakni pendangkalan atau sedimentasi waduk dan sungai. Kejadian alami tersebut dialami 13 sungai dan lebih dari 30 waduk di Ibu Kota.

    Untuk itu, sungai dan waduk dikeruk terus-menerus. Lumpur hasil kerukan diletakkan di kawasan Ancol. Proses ini sudah berlangsung selama 11 tahun dan menghasilkan 3,4 juta meter kubik lumpur.

    "Nah, lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol. Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir," simpul dia.

    Hal ini, kata dia, berbeda dengan proyek reklamasi 17 pulau yang membentuk daratan untuk tujuan komersial oleh pihak swasta. Dia menyebut ada unsur menabrak analisis dampak lingkungan hidup (amdal) dan hilangnya hajat hidup nelayan pada proyek reklamasi 17 pulau. 

    Masalah ini muncul lantaran sebagian pulau reklamasi berhadapan dengan perkampungan nelayan, misalnya di Kamal Muara dan di Muara Angke. Pulau juga dekat dengan Cengkareng Drain dan muara Sungai Angke yang mengganggu aliran sungai ke laut lepas.

    "Jadi bukan membantu mengendalikan banjir, tapi malah berpotensi menghasilkan banjir," simpul Anies.

    Baca: Anies Disebut Bersilat Lidah Lewat Istilah Reklamasi

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menekankan secara teknis, perluasan daratan Ancol memang reklamasi. Namun, ia menolak bila proyek itu disamakan dengan tujuan dan bagian dari reklamasi 17 pulau.

    "Tapi beda sebabnya, beda maksudnya, beda caranya, beda pemanfaatannya dengan kegiatan yang selama ini tentang, yaitu reklamasi 17 pulau atau pantai itu," tekan dia.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id