Sekda DKI Dicap Bebal Soal Banjir

    Sri Yanti Nainggolan - 28 Februari 2020 18:21 WIB
    Sekda DKI Dicap Bebal Soal Banjir
    Banjir di kawasan Jakarta Timur pada 24 Februari lalu. Foto: MI/AndriWidiyanto
    Jakarta: Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menilai respons Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah tidak simpatik terhadap korban banjir. Menurut dia, Saefullah tak paham penderitaan masyarakat yang menjadi korban banjir.

    "Pak Sekda hanya melihat, tapi tidak merasakan repotnya orang kebanjiran," ujar Gembong saat dihubungi, Jumat, 28 Februari 2020. 

    Ia menambahkan, tanggapan Saefullah yang menyebutkan bahwa banjir setiap tahun pasti terjadi di Jakarta, tak bisa dijadikan alasan. "Antisipasi tetap harus maksimal. "

    Ia mencontohkan persiapan pompa air yang krusial. Dengan fakta bahwa permukaan tanah Jakarta yang lebih rendah dari permukaan laut, seharusnya mesin pompa lebih dimaksimalkan.

    "Faktanya, memang tak semua pompa kita siap untuk memompa air di posisi yang rendah itu," lanjut dia. 

    Saefullah menyebut Pemprov DKI telah bekerja keras menanggulangi banjir. Dia menyebut tak ada daerah yang luput dari bencana tahunan itu. Saefullah menyebut Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur tak luput dari bencana banjir. 

    "Jadi dinikmati saja, itu soal manajemen air. Tubuh kita dua per tiga persen air, sering keluar air. Banyak kepala atau mana, air mata saja harus ada manajemen," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.
    Sekda DKI Dicap Bebal Soal Banjir
    Sekretaris Daerah DKI Saefullah. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan

    Baca: Anak Buah Anies Minta Warga Nikmati Banjir

    Hujan deras pada Senin 24 Februari 2020 malam hingga Selasa, 25 Februari 2020, menyebabkan sekitar 200 RW di DKI Jakarta terdampak banjir. Ini adalah banjir terbesar kedua yang terjadi tahun ini.

    Sebanyak 5.158 warga DKI masih mengungsi hingga Kamis, 27 Februari 2020 petang. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (PDIK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insyaf menyebut pengungsi tersebar di 70 lokasi. Pengungsi tinggal menunggu rumahnya dibersihkan sebelum bisa pulang karena banjir sudah surut.
     
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir di sejumlah wilayah bukan berasal dari air kiriman daerah hulu. Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta.
     
    "Air yang ada di sini (Sungai Manggarai) itu tidak banyak sampah artinya itu air lokal. Air lokal tidak bergolak," kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id