Peniadaan Ganjil Genap Disebut Biang Kemacetan Jakarta

    Siti Yona Hukmana - 17 Maret 2020 19:17 WIB
    Peniadaan Ganjil Genap Disebut Biang Kemacetan Jakarta
    Sosialisasi perluasan sistem ganjil-genap. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
    Jakarta: Peniadaan sistem ganjil genap oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut penyebab kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas ibu kota. Khususnya di jalur-jalur protokol.

    "Kita lihat di lapangan terjadi kepadatan terutama di jalur-jalur protokol, biasanya jam 08.00-09.00 WIB sudah longgar arus lalin, kemudian kemarin pelaksanaan gage (ganjil genap) ditiadakan bahkan sampai malam masih terjadi kepadatan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020.

    Sambodo akan mengevaluasi penerapan peniadaan gage bagi kendaraan roda empat. Evaluasi itu dilakukan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terutama Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    "Kita lihat satu sampai tiga hari ini tentu saja kita evaluasi dengan sejumlah stakeholder di forum lalu lintas, sehingga kebijakan itu tepat sasaran," ujar dia.

    Baca: Peraturan Ganjil-Genap DKI Jakarta Ditiadakan Selama 2 Pekan

    Meski demikian, Ditlantas Polda Metro Jaya diakuinya selalu mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Polisi lalu lintas hanya menjalankan aturan dari pemerintah daerah.

    "Karena ada kebijakan daerah seperti itu kita dukung, tapi tetap dievaluasi bersama," kata Sambodo.

    Peniadaan ganjil genap diberlakukan agar masyarakat beralih dari angkutan umum ke angkutan pribadi. Dengan demikian penularan pandemi virus korona (covid-19) bisa diminimalisasi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona sebagai pandemi global. Virus pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok.

    Virus korona telah menginfeksi 182.424 ribu orang dari 100 negara di dunia dan menyebabkan 7.155 kematian. Sebanyak 79.433 orang dinyatakan sembuh.
     
    Sementara di Indonesia 172 orang terkonfirmasi terjangkit virus korona. Lima orang meninggal dunia, sembilan orang sembuh. Sementara 158 orang masih dirawat.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id