Siasat Anies Perbaiki Tata Kelola Transportasi DKI

    Putri Anisa Yuliani - 31 Oktober 2020 11:00 WIB
    Siasat Anies Perbaiki Tata Kelola Transportasi DKI
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id
    Jakarta: DKI Jakarta menyabet Sustainable Transport Award 2021. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan ajang tahunan ini diberikan pada kota yang menunjukkan komitmen di bidang transportasi. Menurut Anies, penghargaan itu diraih melalui berbagai upaya berkelanjutan di bidang transportasi. Antara lainmengintegrasikan mikrobus (angkutan kota) dengan layanan TransJakarta 

    "Mengintegrasikan layanan transportasi, baik fisik maupun pembayaran. Hal itu terbukti dengan dibangunnya stasiun-stasiun dan rute-rute Transjakarta yang terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta mikrobus," kata Anies melalui keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Menurut dia, 10 operator angkot sepakat untuk bergabung dengan TransJakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga mengintegrasikan layanan tersebut dengan moda raya terpadu (MRT) dan lintas rel terpadu (LRT) Jakarta.

    Penataan kawasan transportasi publik milik DKI Jakarta juga dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak lain. Misalnya perusahaan transportasi publik milik negara; KRL Commuter Line.

    Program ini bertujuan untuk menjadi hub transportasi yang memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi warga. Pada tahap pertama, stasiun yang ditata adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Pasar Senen.

    "Jakarta juga mengembangkan armada bus listrik yang ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan oleh Transjakarta dan telah diujicobakan tahun ini. Transjakarta juga mempunyai target untuk mengubah semua armadanya menjadi bus listrik pada 2030," papar Anies.

    Kemudian, Anies juga mengubah fungsi Terowongan Kendal sebagai area khusus pejalan kaki yang nyaman untuk menghubungkan stasiun KRL, stasiun MRT Jakarta, stasiun Kereta Bandara dan halte Transjakarta. Fasilitas ini dibangun sebagai upaya pendukung program integrasi transportasi, namun juga tetap mempertimbangkan kenyamanan warga.

    Upaya berkelanjutan lainnya yakni pembangunan jalur sepeda yang hingga saat ini telah dibangun 63 kilometer (km). Ke depan, direncanakan pembangunan 500 km jalur sepeda terproteksi.

    "Upaya merencanakan jalur sepeda ini terbayar ketika masa pandemi covd-19 di mana terjadi lonjakan pesepeda hingga 10 kali lipat di ruas-ruas jalan utama Jakarta," ujar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

    Baca: DKI Sabet Sustainable Transport Award

    Hal ini diperkuat dengan diimplementasikannya pop up bike lane (jalur sepeda terproteksi sementara) dan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 yang memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda selama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) berlangsung.

    Terakhir, upaya menata transportasi berkelanjutan yang dilakukan adalah mengubah fungsi fasilitas park and ride Thamrin 10 yang sebelumnya merupakan area parkir kendaraan pribadi menjadi ruang usaha ekonomi kreatif. Hal ini merupakan upaya untuk menggalakkan pembatasan kendaraan bermotor pribadi di pusat kota.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id