Warga Masih Ziarah Makam di Tengah Pandemi Covid-19

    Media Indonesia - 24 Mei 2020 22:06 WIB
    Warga Masih Ziarah Makam di Tengah Pandemi Covid-19
    Ilustrasi TPU Jakarta.
    Jakarta: Perayaan Idulfitri 1441 Hijriah berlangsung di tengah pandemi covid-19 (korona). Sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menekan penyebaran virus korona.

    Namun, hal itu tidak menyurutkan sejumlah warga melakukan tradisi ziarah makam. Pantauan Media Indonesia warga memadati area TPU Karet Pasar Baru Barat sejak Minggu siang, 24 Mei 2020.

    Salah satu peziarah, Ida, 53, mengakui ziarah makam bertentangan dengan aturan PSBB. Namun, ia bersikukuh mengunjungi makam orang tuanya. Sebab, sudah menjadi tradisi.

    "Saya selalu ke sini, selalu hadir tiap tahun. Munggahan (sebelum puasa) sama pas Lebaran," kata Ida kepada Media Indonesia di lokasi, Minggu, 24 Mei 2020.

    Warga lain, Norman, 45, mengatakan selain berziarah, ia beserta keluarga datang untuk membersihkan makam ibunya.
    "Kan kalau enggak kita lihat-lihatin takutnya makamnya kotor atau gimana," ujar dia.

    Meskipun khawatir akan penyebaran covid-19, Norman menyerahkan hidup dan matinya kepada Tuhan. Ia mengaku tetap menjaga kebersihan.

    "Wallahualam. Kita kan yang penting bersih, cuci tangan, cuci kaki, ganti baju semua setelah dari sini," kata dia.

    Kegiatan ziarah di TPU Karet Pasar Baru Barat dilarang. Pihak TPU telah memasang spanduk bertuliskan: "Sementara jangan ziarah ke TPU. Doakan dari rumah saja, taati aturan pemerintah (PSBB). Jangan sampai Anda bernasib seperti ini," lengkap dengan peti mati putih di bawah tulisan.

    Petugas pengamanan dalam TPU Karet Pasar Baru Barat, Franky, mengaku tidak dapat berbuat banyak ihwal kedatangan para peziarah. Padahal, ia sudah diminta Ketua Satuan Pelaksana (Kasatpel) TPU untuk menutup pintu gerbang.

    "Tapi gimana ya dibilangnya, di dalam perawatnya (perawat makam) nyari makan juga, ahli waris pun ingin ziarah ke orangtuanya. Satu lagi, sudah tradisi sebagai orang Indonesia, itu tradisi enggak bisa dihilangkan," tutur dia.

    Salah satu perawat, Walkin, mengatakan jumlah peziarah menurun drastis dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
    Sepinya peziarah juga dirasakan Dinda, 25, salah satu penjual bunga di TPU Karet Pasar Baru Barat.

    Dinda mengaku biasanya jumlah peziarah membludak hingga membuat macet jalur TPU. Dinda mengatakan sepinya para peziarah sudah terjadi sejak munggahan atau sebelum memasuki bulan Ramadan. Ia mengaku omzet berkurang drastis.

    "Biasanya hari pertama (Lebaran) dapat Rp2 juta, sekarang Rp200 ribu saja enggak ada," tutur Dinda.

    Dinda mafhum usahanya berjualan bunga di TPU dilarang. Ia mengaku takut apabila sewaktu-waktu diusir petugas TPU.

    "Cuma kita sendiri kan pada butuh, apalagi kaya saya, suami kan buruh harian lepas, diliburin kerja kan enggak dapat duit," ujar dia.

    Pemandangan berbeda terjadi di TPU Karet Bivak yang berlokasi tidak jauh dari TPU Karet Pasar Baru Barat. Pintu gerbang ditutup dan dijaga dua petugas keamanan.

    "Kegiatan ziarah ditutup sampai tanggal 4 Juni, kita hanya melayani pemakaman saja," kata salah satu petugas.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id