Imbas Pandemi, APBD-P DKI Jakarta 2020 Diproyeksikan Defisit 31%

    Fachri Audhia Hafiez - 22 Oktober 2020 12:04 WIB
    Imbas Pandemi, APBD-P DKI Jakarta 2020 Diproyeksikan Defisit 31%
    Ilustrasi Balai Kota DKI Jakarta. Medcom/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) defisit akibat pandemi. DKI Jakarta menyesuaikan neraca yang semula Rp87,9 triliun menjadi Rp60,6 triliun pada APBD Perubahan (APBD-P) 2020.

    "Pada perubahan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2020 diproyeksikan menurun 31,04 persen," tulis rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) Tahun Anggaran (TA) 2020 dikutip Medcom.id pada Kamis, 22 Oktober 2020.

    Dalam dokumen KUPA tersebut, pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp82,1 triliun diproyeksikan turun 33,71 persen. Target pemasukan daerah pada RKPD 2020 diubah menjadi Rp54,4 triliun.

    Penerimaan pembiayaan daerah naik 6,98 persen menjadi Rp6,1 triliun pada perubahan RKPD 2020. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan daerah berkurang 45,64 persen jika dibandingkan APBD TA 2020.

    Baca: DPRD DKI Mulai Bahas APBD Perubahan 2020 dan APBD 2021

    Penurunan pendapatan DKI Jakarta imbas dari pandemi virus korona (covid-19). Beberapa kegiatan infrastruktur di Ibu Kota terhenti dan membuat belanja daerah berubah.

    Belanja daerah semula direncanakan Rp79,6 triliun dalam APBD TA 2020. Pada dokumen KUPA, belanja Pemprov DKI turun 29,51 persen menjadi Rp56,1 triliun.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan pinjaman kepada pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pencairan dana pinjaman dilakukan dua kali, pada 2020 dan 2021.

    Dokumen rancangan KUPA juga mencantumkan nilai pinjaman pertama yang akan cair, yakni Rp3,2 triliun. Pinjaman tersebut akan dipakai untuk peningkatan infrastruktur pengendalian banjir Rp1 triliun.

    Kemudian, peningkatan layanan air minum (Rp14 miliar), peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah (Rp91,6 miliar), dan peningkatan infrastruktur transportasi (Rp768 miliar). Suntikan dana itu juga dimanfaatkan untuk peningkatan infrastruktur pariwisata dan kebudayaan (Rp200 miliar) dan peningkatan infrastruktur olahraga (Rp1,1 triliun).

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id