Keputusan PSBB Transisi Dinilai Tak Ideal

    Media Indonesia.com, Hilda Julaika - 12 Oktober 2020 10:28 WIB
    Keputusan PSBB Transisi Dinilai Tak Ideal
    ilustrasi cuaca DKI Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah.
    Jakarta: Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi disesalkan. Penerapan PSBB transisi di tengah tingginya kasus virus korona (covid-19) sangat berisiko.

    "Putusan PSBB Transisi DKI bukanlah pilihan ideal mengingat kasus aktif yang meninggi di beberapa hari terakhir (13.000 lebih) dan masih adanya kematian dua digit menunjukkan pertumbuhan infeksi yang masih serius di komunitas," kata Epidemiolog Dicky Budiman kepada Media Indonesia, Senin, 12 Oktober 2020.

    Menurut dia, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan DKI Jakarta. Seperti, melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) atau rapid test antigen dengan batasan 1 tes per 1.000 orang dengan target pelacakan 80 persen dan melakukan karantina terpusat.

    "Bagi daerah yang saat ini belum dalam posisi 'terpaksa' untuk melakukan PSBB, lebih disarankan untuk melakukan secara optimal dan sungguh-sungguh, tes PCR atau rapid test antigen 1 tes per 1.000 orang," kata dia.

    Baca: Anies Izinkan Bioskop Buka, Pengusaha Bakal Diskusi Soal Kapasitas

    Dia menyarankan adanya kewajiban menggunakan masker bagi 80 persen dari penduduk yang beraktivitas. Lalu menjaga jarak minimal dua meter dan pembatasan kapasitas.

    Kemudian, membatasi perjalanan, mengidentifikasi, dan menghentikan keramaian massa untuk mencegah terjadinya super spreader. "Terakhir panduan komunikasi risiko yang baik untuk publik," tegas dia.

    Pemprov DKI Jakarta memutuskan kembali ke masa PSBB transisi. Peralihan masa PSBB transisi ini berlaku dari 12 Oktober hingga 25 Oktober 2020.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id