Paras Kampung Akuarium yang Tak Lagi Kumuh

    Ilham wibowo - 25 Agustus 2019 22:07 WIB
    Paras Kampung Akuarium yang Tak Lagi Kumuh
    Suasana selter Kampung Akuarium, Minggu, 25 Agustus 2019. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Suhu musim panas tak begitu terasa menyengat di Kampung Akuarium RT12 RW04, Penjaringan, Jakarta Utara. Semilir angin masih terasa di kawasan yang berbatasan langsung dengan objek wisata Pelabuhan Sunda Kelapa ini.  

    Suasana kawasan yang sempat tergusur lantaran relokasi penataan kawasan wisata pada April 2016 itu kondisinya jauh berbeda. Boleh dibilang, Kampung Akuarium yang kini hanya dihuni 103 kepala keluarga (KK) itu tak lagi menyandang predikat kampung kumuh. 

    Warga, penghuni 90 selter yang dibangun Pemprov DKI Jakarta pada 2018, terus belajar berbenah lingkungan. Setiap halaman selter tampak beragam tumbuhan-tumbuhan seperti palawija dan tanaman obat yang bahkan sampai menutupi jendela serta pintu pemilih hunian. 

    "Pengelolaan sampah warga Kampung Akuarium sudah paham," kata koordinator wilayah Kampung Akuarium Dharma Yani saat berbincang dengan Medcom.id, Minggu, 25 Agustus 2019. 

    Yani yang juga merupakan warga Kampung Akuarium Blok A mengatakan banyak perubahan dari sikap warganya terutama setahun terakhir. Warga memahami tinggal di lingkungan cagar budaya mesti melakukan penyesuaian terutama kebersihan lingkungan. 

    "Kami merasakan lingkungan jauh berbeda, penghijauan ini juga kesadaran warga," ujarnya. 

    Ia memaparkan, terdapat 231 KK yang terdaftar sebagai warga Kampung Akuarium korban penataan kawasan. Akan tetapi saat ini hanya ada 45 persen atau 103 KK di antaranya yang masih menempati selter dan memiliki identitas kartu tanda penduduk (KTP).

    Meski kurang ideal, fasilitas selter yang didapatkan tanpa biaya ini terbilang cukup baik ketimbang harus berada di tenda pengungsian. Jaringan listrik, air dan sanitasi juga memadai yang tagihannya dibayar secara patungan oleh per enam unit selter. 

    "Kampung Akuarium ini musim panas sudah kelebihan dari alam buat kami dan kami sudah terbiasa. Sekarang di sini air sudah PDAM, kalau sedot sendiri airnya payau," kata dia.  

    Kini, Yani bersama ratusan warga Kampung Akuarium tengah menantikan eksekusi program bertajuk 'Kampung Susun Bahari Akuarium'. Bangunan pengganti hunian wara yang ditaksir menghabiskan dana hingga Rp50 miliar itu ditargetkan mulai terlaksana Juni 2020. 

    Baca: Warga Kampung Akuarium Menanti Pembangunan Hunian 2020

    Yani meyakini warganya sudah mendapatkan pelajaran berharga terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan, konsep hijau yang saat ini berlangsung juga akan dilanjutkan dan terus dikembangkan di hunian yang baru nanti. 

    "Ini harus dilanjutkan, kita bicara taman dan ruang terbuka, kehadiran kami harus ada sumbangsih juga untuk udara segar Ibu Kota Jakarta," ungkapnya. 



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id