Rompi Oranye Mirip Tahanan KPK untuk Pelanggar PSBB

    Cindy, Christian - 12 Mei 2020 20:00 WIB
    Rompi Oranye Mirip Tahanan KPK untuk Pelanggar PSBB
    Ilustrasi rompi oranye tahanan KPK/Antara/M Risyal Hidayat
    Jakarta: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin menyebut para pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dapat dikenakan sanksi sosial. Pelanggar diminta membersihkan fasilitas umum.

    "Jadi kalau nanti ada warga yang melanggar, dia akan dipakaikan rompi oranye dan sapu, kemudian dia menyapu jalan, bersihin taman, bersihin tempat-tempat umum," ucap Arifin saat dihubungi, Selasa, 12 Mei 2020.

    Baca: Mulai Besok, Pelanggar PSBB Jakarta Ditindak Tegas

    Arifin menyebut rompi oranye bertuliskan 'pelanggar PSBB' dibuat mirip seperti rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Rompi tersebut dikenakan agar pelanggar malu dan jera.

    "Peralatan dari kita, kalau enggak pakai masker nanti saya kasih maskernya dan rompi oranye, saya kasih juga sapunya, misalkan saya suruh nyapu di kuburan," terang Arifin.

    Arifin menekankan pihaknya tak akan lagi memberi surat teguran karena sudah tak mempan menghalau para pelanggar PSBB. Selain sanksi sosial, para pelanggar dapat memilih opsi untuk membayar denda.

    "Kadang ada orang enggak mau disuruh kerja sosial. Masa saya seorang direktur, seorang pekerja, merasa punya duit, suruh nyapu di jalanan. 'ah saya bayar denda saja ah'. Ya denda bayar dah," tutur Arifin.

    Kepala Seksi PPNS Satpol PP Jakarta Pusat, Gatra Pratama, mengatakan ada 50 rompi dan sapu yang disiapkan untuk pelanggar PSBB. Dalam satu regu penindakan Satpol PP membawa enam sampai 10 rompi.

    "Seperti di check point terus ketemu orang yang melanggar," terang Gatra. 

    Gatra mengatakan penerapan sanksi kerja sosial akan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan sanksi lainnya. Karena sanksi dapat diterapkan langsung di tempat pelanggaran PSBB. 

    "Mau dia alasan lupa pake masker, langkah pemberian sanksi sosial diterapkan, pelanggar tinggal pakai rompi lalu bersih-bersih fasilitas umum," katanya.

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut sanksi terhadap pelanggar PSBB untuk mendisiplinkan warga. Sehingga penanggulangan pandemi virus korona (covid-19) berjalan maksimal.

    "Pencegahan penularan ini tidak bisa dikerjakan hanya oleh sebagian orang, tapi harus oleh semuanya. Dan harapannya dengan ada ketentuan ini, maka semua menjadi bisa lebih disiplin," ucap Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2020.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id