Pengembang Penyebab Longsor di Ciganjur Terancam Sanksi

    Putri Anisa Yuliani - 19 Oktober 2020 07:04 WIB
    Pengembang Penyebab Longsor di Ciganjur Terancam Sanksi
    Longsor di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto: Antara/Reno Esnir
    Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza akan memberikan sanksi kepada pengembang perumahan Melati Residence. Hal ini berdasarkan evaluasi dan penyelidikan terhadap longsornya dinding turap pembatas perumahan hingga menutupi anak Kali Setu.

    "Jadi nanti kami pastikan, Pak Gubernur (Anies Baswedan) sudah periksa juga siapa pun nanti kalau ada yang melanggar tata ruang kita akan beri sanksi termasuk ke kasus yang terjadi di Ciganjur (Jagakarsa, Jakarta Selatan)," ungkap Ariza itu di Jakarta, Minggu, 18 Oktober 2020.

    Setelah diteliti Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, dugaan sementara penyebab longsor ialah konstruksi dinding turap pagar pembatas perumahan menjorok ke badan kali yang menjadi saluran penghubung tersebut. Hal ini sejatinya tak diperbolehkan. 

    Masyarakat yang memiliki lahan di pinggir kali, kata dia, harus menyisakan ruang saat hendak membangun properti. Tujuannya agar bangunan milik masyarakat tak berbatasan langsung dengan kali sehingga tak membahayakan saat debit air sedang tinggi.

    "Harusnya ada space pembatas, tidak boleh bangunan itu berada di pinggir sungai atau pinggir kali," lanjut dia.

    Namun, Politikus Partai Gerindra itu tidak secara memerinci mengungkapkan sanksi yang akan dijatuhkan. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Mustajab, mengatakan jika bangunan perumahan Melati Residence terbukti dibangun melebihi izin mendirikan bangunan (IMB), pihaknya meminta bangunan dibongkar.

    "Makanya harus diteliti dulu saat terbit IMB-nya seperti apa," tandas dia.

    Baca: Longsor di Ciganjur Akibat Rumah Warga Menjorok ke Sungai

    Dinding pagar pembatas perumahan Melati Residence, Jalan Damai, Ciganjur, yang dibangun di atas bibir anak Kali Setu longsor pada Sabtu, 10 Oktober 2020. Longsoran menimpa beberapa rumah warga dan menutup aliran anak Kali Setu.

    Seorang warga meninggal dunia karena tertimpa longsor. Sementara, tertutupnya aliran kali karena timbunan tanah membuat air membanjiri permukiman warga.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id