Klaster Kantor Karena Perusahaan Tak Taat Protokol Kesehatan

    Sri Yanti Nainggolan - 28 Juli 2020 20:20 WIB
    Klaster Kantor Karena Perusahaan Tak Taat Protokol Kesehatan
    Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah
    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai klaster perkantoran muncul karena perusahaan tak taat protokol kesehatan. Banyak kantor terpapar covid-19 lantaran tidak menjalankan sif kerja dengan baik.

    "(Ketentuan kapasitas) 50 persen sudah dijalankan. Tapi (sistem) sif tidak dijalankan," ujar Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnaketrans) DKI Jakarta Andri Yansyah di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

    Baca: 68 Kantor di DKI Jadi Klaster Baru Covid-19

    Setelah ketahuan dan diberi teguran, perusahaan baru memberlakukan sistem sif. Namun, Andri menilai tak jarang perkantoran yang sudah ditegur tetap membandel dan melanggar protokol kesehatan.

    "Makanya, peran serta dari masing-masing gugus tugas internal perusahaan diperlukan," kata dia.

    Disnaketrans DKI Jakarta tak akan membiayai tes covid-19 untuk perusahaan yang membandel, terutama yang tak memberlakukan aturan sif dan kapasitas 50 persen. Perusahaan wajib membiayai tes covid-19 karena melanggar penerapan protokol kesehatan di saat perusahaan lain membatasi kapasitas pegawai.

    "Tidak ada alasan dia tidak punya uang. Logikanya begitu saja," kata dia.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id