Keranjingan Medsos Memicu Perceraian di Bekasi

    Gana Buana - 04 Oktober 2017 09:18 WIB
    Keranjingan Medsos Memicu Perceraian di Bekasi
    Ilustrasi. Foto: Antara/Juli
    medcom.id, Bekasi: Asyik menggunakan media sosial (medsos) dituding sebagai salah satu pemicu utama perceraian di Bekasi. Di Pengadilan Agama Kota Bekasi tercatat, 1.826 kasus perceraian disebabkan faktor orang ketiga yang didorong penggunaan medsos.

    Humas Pengadilan Negeri Agama Kota Bekasi Jazilin menyampaikan ada pergeseran faktor penyebab perceraian. Beberapa tahun silam mayoritas penyebab utama perceraian di Kota Bekasi ialah faktor ekonomi.

    Namun, setelah Bekasi menjadi metropolitan dan terpaan teknologi semakin kuat, penceraian akibat orang ketiga terus meningkat. Penggunaan medsos dinilai terkait dengan dugaan adanya orang ketiga.

    "Mereka kenalan di media sosial, ngobrol tak kenal waktu. Sampai akhirnya merasa nyaman dan akhirnya selingkuh dari suaminya," kata Jazilin di Pengadilan Agama Kota Bekasi, kemarin.

    Hingga Oktober 2017 tercatat ada 2.231 kasus perceraian terjadi di Kota bekasi. Sebanyak 1.862 kasus di antaranya terjadi akibat pihak ketiga, sedangkan yang disebabkan faktor ekonomi hanya 111 kasus. Jumlah kasus yang disebabkan orang ketiga terus meningkat tahun ke tahun. Pada 2016 tercatat, 1.078 kasus perceraian disebabkan orang ketiga, sedangkan 117 kasus disebabkan faktor ekonomi.

    Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Bekasi Masniarti menjelaskan meningkatnya kasus penceraian tersebut diduga dampak dari medsos. Lantaran aktif menggunakan medsos, ujarnya, pasangan suami istri menjadi lupa akan tugas dan kewajiban masing-masing.

    "Ini yang menimbulkan perselisihan dalam pernikahan. Mereka lalai akan tugas masing-masing, mereka lupa mengatur waktu," ujar Masniarti di Pengadilan Agama Kota Bekasi, kemarin.

    Masniarti menjelaskan, ketika salah satu pasangan aktif menggunakan medsos, cenderung pasangannya pun rentan salah paham. Ketika ada pesan singkat atau status pada aplikasi Facebook, Whatsapp, dan Blackberry Messenger (BBM), dia mencontohkan, sering kali pasangannya menjadi cemburu.

    "Biasanya, diawali dengan ketidakharmonisan dan keretakan hubungan karena setiap pihak sibuk dengan medsos salah paham hingga akhirnya memicu perceraian,'' ujarnya. Menurut Masniarti sebagian besar pasangan yang mengalaminya ialah pasangan yang usia pernikahannya di bawah 15 tahun.

    Anak terabaikan

    Selain itu, menurutnya, candu medsos pada pasangan suami istri pun kerap kali menyebabkan mereka menelantarkan kewajiban mereka sebagai orangtua terhadap anak.

    "Anaklah akhirnya jadi korban, keluarga juga. Bagi suami istri harusnya menjaga etika berkomunikasi lewat media sosial. Jangan sampai kebablasan," imbuh Niar.

    Fenomena ini pun, tegasnya, justru mulai mengarah kepada sisi yang membahayakan. Hal itu disebabkan tidak hanya menelantarkan anak, medsos dinilainya mulai mengkikis moral.

    "Sebetulnya media sosial merupakan sarana komuni-kasi yang sangat efektif bila dimanfaatkan dengan baik. Namun, penggunanya haruslah dibekali dengan pengetahuan yang baik serta juga iman yang kuat sehingga tidak tergoda berbuat yang macam-macam," kata dia.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id