Dishub DKI Akui Ubah Rute LRT karena Stasiun Manggarai

    Putri Anisa Yuliani - 26 November 2020 16:54 WIB
    Dishub DKI Akui Ubah Rute LRT karena Stasiun Manggarai
    Penumpang menggunakan moda transportasi LRT jurusan Stasiun Velodrome Rawamangun menuju Stasiun Pegangsaan 2, Jakarta, Minggu, 1 Desember 2019. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo akhirnya buka suara terkait pengubahan rute light rail transit (LRT). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedianya merencanakan rute LRT Koridor Pengangsaan 2-Velodrome-Dukuh Atas. 

    Rute moda transportasi massal itu diubah menjadi Pegangsaan 2-Velodrome-Klender. Rute awal yang berakhir di Dukuh Atas direncanakan memiliki titik transit di Manggarai, dekat dengan stasiun kereta rel listrik (KRL).

    Syafrin mengatakan rencana itu harus diubah karena kawasan Manggarai dikhawatirkan menjadi amat padat. Kementerian Perhubungan hendak menjadikan Stasiun Manggarai sebagai hub kereta api jarak jauh menggantikan Stasiun Gambir.

    Baca: Perubahan Rute LRT Jakarta Masih Dikaji

    "Untuk itu kita juga perlu menyesuaikan rencana itu. Jaringan perkeretaapian adalah backbone dari transportasi. Tentu kita harus menyesuaikan rencana perkeretaapian daerah dengan nasional," jelas Syafrin di Jakarta, Kamis, 26 November 2020.

    Kajian sudah dibuat Pemprov DKI. Perubahan ini juga sudah dikemukakan kepada DPRD DKI Jakarta dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2021.

    Pemprov DKI bekerja sama dengan pihak swasta untuk membangun rute-rute yang lain melalui skema kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha (KPDBU). Hal ini disebabkan Pemprov DKI tak memiliki cukup dana.

    Anggaran DKI melemah akibat pandemi virus korona (covid-19) dan diproyeksi belum pulih sepenuhnya hingga 2021. Sementara itu, kebutuhan transportasi massal sangat mendesak untuk mengatasi kemacetan akibat pertumbuhan pengguna kendaraan pribadi.

    Syafrin menjelaskan dalam kerja sama ini, pihak swasta dapat membuat studi kelayakan rute. Pemprov DKI bakal menilai kajian tersebut. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id