Polda Metro Serahkan 138 Tabung Oksigen Sitaan Kasus kepada Fasyankes

    Siti Yona Hukmana - 27 Juli 2021 12:12 WIB
    Polda Metro Serahkan 138 Tabung Oksigen Sitaan Kasus kepada Fasyankes
    Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran dalam penyerahan 138 tabung gas oksigen kepada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di DKI Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran menyerahkan 138 tabung gas oksigen kepada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) melalui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tabung oksigen itu alat bukti pada kasus pemalsuan importasi barang yang ditangani Polres Metro Jakarta Pusat. 

    "Sebanyak 138 tabung oksigen sudah dilakukan survei dan penelitian oleh teman-teman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan layak untuk dimanfatakan fasilitas kesehatan," kata Fadil di Jakarta Pusat, Selasa, 27 Juli 2021. 

     



    Fadil mengatakan Polres Metro Jakarta Pusat sedianya menyita 166 tabung oksigen. Namun, 28 tabung lainnya belum diteliti. Tabung oksigen itu akan diserahkan bertahap setelah diteliti Kemenkes. 

    Baca: Berkurang 443, Pasien RSD Wisma Atlet Kemayoran Jadi 3.486 Orang

    Dia menyebut barang sitaan yang diserahkan kepada fasyankes itu telah dicatat dalam berita acara barang bukti pengganti. Hal ini guna pemenuhan syarat formal dalam persidangan. 

    "Kita melaksanakan lelang dan BNI bersedia membeli lalu menyerahkan ke Polda dan kami menyerahkan ke Bapak Gubernur," ujar jenderal bintang dua itu. 

    Menurut dia, hal ini menjadi wujud nyata kolaborasi Polda Metro dengan Pemerintah Provinsi DKI dalam memberantas kejahatan yang mengganggu pelayanan di bidang importasi tabung oksigen. Fadil meyakini stok oksigen di DKI Jakarta sejatinya cukup. 

    Namun, tabung oksigen untuk masyarakat terbatas. Dia mengaku telah menindaklanjuti kejahatan dalam importasi tabung oksigen dengan membentuk satuan tugas (satgas).

    "Kami akan bergabung dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan teman-teman Bea Cukai agar mereka yang mencoba memanfaatkan situasi ini bisa kita tindak," ungkap mantan Kapolda Jawa Timur itu. 

    Fadil menyebut pelaku dapat menjual tabung oksigen ukuran satu meter kubik seharga Rp2,5 juta. Sebelum pandemi covid-19, harga tabung itu hanya Rp300 ribu sampai Rp900 ribu. 

    "Ini tidak boleh kita biarkan berlangsung dan berjalan di tengah situasi seperti ini. Pelaku sudah diamankan dan diproses hukum oleh Polres Metro Jakarta Pusat," tutur Fadil. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id