Keluarga Terkurung di Rumah, Ahok: Kita Enggak Bisa Lindungi

    LB Ciputri Hutabarat - 12 Januari 2016 10:14 WIB
    Keluarga Terkurung di Rumah, Ahok: Kita Enggak Bisa Lindungi
    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok--MI/Ramdani
    medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak bisa melindungi keluarga yang terkurung di dalam rumahnya. Sebab permasalahan yang dihadapi, sudah masuk ranah hukum.

    "Kita enggak bisa melindungi. Kalau dia salah bagimana?" tanya Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2016).

    Kejadian ini, lanjut Ahok, serupa dengan masalah Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Tanah Kantor Wali Kota Jakarta Barat asalnya adalah tanah DKI. Namun, DKI kalah di pengadilan sampai harus membayar sewa sebanyak Rp40 miliar. "Bisa enggak kita menolak? Enggak bisa! Sama seperti rumah Diana itu," ucap Ahok.

    Untuk masalah pengurungan, Ahok sudah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Pusat memediasi masalah ini. Dia juga mengatakan, masalah pengurungan bisa diperkarakan sampai ke Kepolisian. "Dia bisa gugat, dia mesti lapor polisi," tandas Ahok.

    Diana beserta keluarganya sudah enam hari terkurung di dalam rumahnya di Jalan Kebon Sirih, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seluruh pintu dan jendela rumahnya ditutup secara paksa oleh sekelompok pemuda pada 6 Januari.

    Diana menjelaskan, pengurungan ini bermula dari adanya pemanggilan dari pihak kepolisan untuk diperiksa, 6 Januari. Diana dituduh memasuki rumah tanpa izin pemilik. Bangunan rumah yang ditempati Diana berdiri di atas tanah milik perusahaan asuransi milik BUMN: PT Asuransi Jiwasraya.

    Namun, pada pagi harinya secara tiba-tiba sejumlah aparat keamanan telah berkumpul di depan rumahnya. Tak lama kemudian, datang sekelompok preman dan memalang seluruh pintu serta jendela di rumahnya.

    Padahal, kata dia, dirinya memiliki hak atas bangunan rumah tersebut. Meski, Jiwasraya telah memiliki surat kepemilikan atas tanah tersebut dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Pusat. "Karena kita merawat rumah dan membayar PBB (pajak bumi dan bangunan) juga," ucap dia.

    Saat ini, Diana telah mengutus kuasa hukumnya untuk melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Ia akan menunggu respons dari Polda Metro.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id