Warga Keluhkan PBB di Jagakarsa Naik 100%

    Nur Azizah - 19 Juli 2018 14:10 WIB
    Warga Keluhkan PBB di Jagakarsa Naik 100%
    Warga mengeluhkan naiknya PBB di Jagakarsa - foto: istimewa
    Jakarta: Seorang warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengeluh mahalnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kawasan tersebut. Warga mengeluh lantaran PBB naik 100 persen dari tahun 2017.

    Keluhan itu disampaikan melalui twitter oleh akun @HotelsyariahJKT. Dalam cuitannya, dia turut mengunggah bukti pembayaran PBB tahun 2017 dan 2018. 

    "Pak Anis/Uno. Kok bapak tega ya naikin PBB di Jagakarsa 100%. Ini lebih kejam dari Ahok (Gubernur DKI sebelum Anies, Basuki Tjahaja Purnama) dong. Tolong diubah kebijaksanaannya itu yang menyusahkan rakyat. Semoga bapak dengar jeritan rakyatnya,"

    "PBB tahun 2017 saya bayar PBB Rp15.945.350 dan Tahun 2018 saya bayar PBB Rp32.986.215," cuit @hotelsyariahJKT dalam akunnya.

    Warga Keluhkan PBB di Jagakarsa Naik 100%
    Bukti bayar PBB yang diunggah - foto: istimewa

    Unggahan itu lantas mendapat beragam komentar dari warganet. Namun, ketika ditelusuri kembali oleh Medcom.id, pemilik sudah menonaktifkan akun tersebut.

    Cuitan warga itu rupanya sudah dibalas oleh Kepala Badan Retribusi Daerah BPRD Jakarta Selatan, Johari, pada 18 Juli 2018. Dalam suratnya, Johari menjelaskan soal naiknya harga PBB. 

    Johari mengungkap wajib pajak bernama Kurniati betul membayar PBB. Dia membayar pajak dengan luas tanah 2.035 meter persegi di Jalan Durian Raya Kelurahan Jagakarsa
    dengan nilai jual objek pajak (NJOP) sebesar Rp5.223.000 per meter. 

    Dia menjelaskan, berdasarkan harga penawaran di internet, NJOP Bumi/Tanah di Jalan Durian Raya pada tahun 2013 sebesar Rp6,5 juta per meter. Sedangkan, pada 2017 NJOP sebesar Rp7,5 juta per meter. 

    Sementara, berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Pajak Bumi dan Bangunan (SlM-PBB), NJOP Bumi/Tanah di daerah itu tahun 2018 sebesar Rp5.223.000 per meter dan pada 2017 sebesar Rp3.745.000. 

    "Berdasarkan hal yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa nilai NJOP Bumi/Tanah pada NJOP tersebut dan pada SlM-PBB masih lebih rendah dari harga penawaran tanah/harga pasar," tutur Johari. 

    Kendati begitu, Johari tak menjelaskan lebih detail soal kenaikan PBB itu. 





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id