Jakarta Naik PPKM Level 2, Ini Ketentuan Aktivitas Masyarakat

    Theofilus Ifan Sucipto - 30 November 2021 08:56 WIB
    Jakarta Naik PPKM Level 2, Ini Ketentuan Aktivitas Masyarakat
    Ilustrasi Jakarta. Medcom.id/Nur Azizah



    Jakarta: Sebanyak 10 kabupaten/kota di wilayah aglomerasi Jabodetabek naik ke pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Sejumlah ketentuan aktivitas masyarakat diatur guna mencegah penularan covid-19.

    Hal itu tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Ketentuan pertama, yakni pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan secara daring dan/atau tatap muka terbatas.

     



    "Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen," tulis salinan Inmendagri seperti diktuip Medcom.id, Selasa, 30 November 2021.

    Ketentuan itu dikecualikan untuk sekolah dasar luar biasa (SDLB), SMPLB, SMALB, dan MALB. Kapasitas maksimal pembelajaran tatap muka terbatas diizinkan sebanyak 62 persen hingga 100 persen. Sedangkan kapasitas maksimal PAUD sebanyak 33 persen.

    "Dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas," bunyi beleid tersebut.

    Berikutnya, kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan maksimal 50 persen di kantor bagi pegawai yang sudah divaksin. Namun, pelaksanaannya wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar tempat kerja.

    Sementara itu, kegiatan sektor esensial diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen untuk staf yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Sedangkan jumlah maksimal pelayanan administrasi perkantoran sebanyak 50 persen.

    "Sektor esensial pada sektor pemerintahan mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," tulis Inmendagri itu.

    Baca: DKI Jakarta Naik ke PPKM Level 2

    Berikutnya, sektor kritikal dapat beroperasi 100 persen tanpa ada pengecualian. Sedangkan jumlah maksimal pelayanan administrasi perkantoran sebanyak 50 persen.

    Inmendagri itu juga mengatur pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum. Warung makan, pedagang kaki lima, dan sejenisnya diizinkan buka sampai pukul 21.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung 50 persen.

    Ketentuan itu juga berlaku bagi restoran/rumah makan/kafe yang berada dalam gedung/toko atau berdiri sendiri. Namun, mereka wajib menggunakan PeduliLindungi untuk skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

    Selanjutnya, kegiatan di pusat perbelanjaan/mal diizinkan dengan kapasitas 50 persen sampai pukul 21.00 waktu setempat. Anak-anak di bawah usia 12 tahun diperbolehkan masuk dengan pendampingan orang tua.

    "Tempat bermain anak-anak dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi," tulis beleid itu.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id