Jeli Memilih Air Minum dalam Kemasan

    25 Agustus 2017 15:36 WIB
    Jeli Memilih Air Minum dalam Kemasan
    Ilustrasi. Polisi menunjukkan barang bukti air minum dalam kemasan yang tidak memenuhi standar kesehatan di Madiun, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Siswowidodo)
    medcom.id, Jakarta: Baru-baru ini kepolisian mengungkap kasus penipuan bermodus pemalsuan air mineral kemasan galon dengan merk ternama di Cilandak, Jakarta Selatan. Setelah diselidiki, air mineral kemasan galon itu diproduksi secara manual di sebuah rumah di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

    Pengakuan seorang pemilik toko bernama Jono, distributor yang memalsukan air minum kemasan itu sudah kurang lebih satu tahun memasarkan produknya di toko tersebut.

    Menanggapi hal itu, Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsih mengatakan rata-rata produk yang dipalsukan memang tampak seperti asli. Namun, sebenarnya ada sejumlah ciri yang bisa menjadi indikator apakah air kemasan yang dijual memang asli atau sudah dipalsukan.

    "Pertama ia harus jernih, kalau secara fisik keruh segera lakukan antisipasi dengan melapor kepada penjual atau melaporkan pengaduan ke pemilik produk tadi artinya principal (pabrik/produsen)," ujar Sularsih dalam Metro Siang, Jumat 25 Agustus 2017 

    Sularsih mengatakan ciri air yang asli bukan hanya yang tampak dari visual, tapi baik juga secara uji laboratorium yang artinya bebas dari bahan kimia dan mikrobiologi. Sering kali air kemasan yang dipalsukan mengandung banyak sekali bakteri e-colli yang tentu akan menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh.

    "Kalau nanti ada perbedaan hasil uji dari standar milik pabrik dengan di luar dan maka ada indikasi bahwa produk ini sudah dipalsukan," katanya.

    Menurut Sularsih selain Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memang bertugas untuk mengawasi segala jenis produk makanan yang beredar, namun masyarakat juga dituntut untuk peka terhadap produk-produk di pasaran.

    Selain konsumen, Sularsih juga meminta pemilik warung atau toko yang menyediakan air minum kemasan untuk kritis ketika ada distributor yang menawarkan produk untuk dipasarkan. Misalnya menanyakan apakah ada surat jalan resmi dari perusahaan.

    "Karena ada keterbatasan dari pihak petugas (BPOM) makanya peran masyarakat terhadap konsumsi produk itu penting sekali. Mata konsumen itu 250 juta orang sementara pemerintah sangat terbatas," katanya.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id