comscore

Jakarta Perlu Pusat Kontrol dan Analisis Lalu Lintas

M Sholahadhin Azhar - 20 Juli 2018 16:18 WIB
Jakarta Perlu Pusat Kontrol dan Analisis Lalu Lintas
Kendaraan terjebak macet di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Foto: MI/Usman Iskandar.
Jakarta: Pembangunan Jakarta sebagai kota pintar kurang memenuhi sejumlah aspek. Salah satunya adalah pusat kontrol dan analisis data terkait tata kelola lalu lintas.

"Jadi bagaimana membuat sistem secara pintar? Menerjemahkan info dari CCTV? Di mana yang macet? Kenapa dan harus diapakan? Itu perlu dashboard analytic," kata Manajer Kemitraan Smart City Universitas Indonesia Ahmad Gamal kepada Medcom.id di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Juli 2018.
Menurut dia, pusat kontrol dan analisis sangat penting, contohnya dalam menghadapi kemacetan Ibu Kota. Ada enam ribu kamera CCTV di Jakarta. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait pun harus berintegrasi.

Saat ini, Gamal melihat ada sedikit kendala dalam koordinasi SKPD dalam penanganan macet. Semua koordinasi berbasis konvensional. Padahal, seharusnya perkembangan teknologi membuat integrasi lebih mudah. 

"Kelebihan sistem itu mereka bisa koordinasi tanpa ketemu orangnya. Kita sekarang berusaha menciptakan sistem membantu itu," sebut Gamal.

Dengan SKPD yang sudah satu napas, sistem bisa bekerja sendiri. Sistem baik melihat data, mengolah info, dan mengambil keputusan terkait lalu lintas.

Skema ini serupa dengan di Amerika Serikat. Di sana, polisi tak repot mengeksekusi kebijakan lalu lintas. Sistem sudah bisa mendeteksi pelanggaran hingga mengirimkan surat tilang ke masyarakat yang melanggar.

Baca: Sandi Siapkan Peta Jalan Keamanan DKI

"Di Amerika, kita enggak berhubungan dengan polisi kecuali tilangnya enggak dibayar selama tiga bulan. Artinya, sistem sudah cerdas sendiri," sebut dia.

Sistem akan berlaku rata bagi seluruh masyarakat Jakarta, tak peduli pejabat atau masyarakat sipil. Semua pihak akan ditindak tegas melalui sistem tersebut sehingga akan menimbulkan efek jera dan mendisiplinkan warga DKI.

"Berbeda dengan aplikasi Clue (di Jakarta Smart City) yang hanya bermanfaat kalau ada yang melapor. Kita mengusulkan sistem tanpa diskriminasi, semua orang kena," tegas Gamal.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id