comscore

Penghapusan Aturan Karantina Berpotensi Munculkan Mutasi Baru

Atalya Puspa - 05 Maret 2022 18:00 WIB
Penghapusan Aturan Karantina Berpotensi Munculkan Mutasi Baru
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menerapkan aturan bebas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Bali mulai 7 Maret 2022. Aturan tersebut berpotensi memunculkan mutasi baru di dalam negeri yang akhirnya menyebabkan lonjakan kasus.

"Sekarang kasus harian masih 25 ribu. Jangan dulu. Kalau dibuka tanpa karantina, Bali akan kemasukan semua varian dan kemungkinan mutasi dalam negeri akan banyak," kata Miko dilansir Media Indonesia, Sabtu, 5 Maret 2022.
Miko mengakui varian Omicron yang saat ini mendominasi Indonesia memiliki gejala yang ringan. Namun, bisa saja varian tersebut menyatu dengan varian Delta dan Alfa yang memungkinkan gejalanya menjadi lebih berat.

Baca: 6.580 Kasus Omicron Terdeteksi di Indonesia, Jakarta Tertinggi

Aturan pelonggaaran karantina, jelas Miko, sebenarnya bisa saja dipersingkat menjadi 4 sampai 5 hari masa karantina. Namun, jangan sampai karantina ditiadakan sama sekali di tengah kasus covid-19 Indonesia yang masih di atas 20 ribu dalam sehari.

"Kalau kasus sudah 2 ribu atau 3 ribuan, baru kita bicara mengenai provinsi mana yang akan dibuka," ucap dia.

Dalam membuka wilayah, ia mengingatkan pemerintah tidak bisa  sembarangan. Selain harus memiliki roadmap yang jelas dalam penanganan kasus, provinsi yang akan dibuka juga harus menyatakan bahwa mereka telah bebas dari wabah covid-19 yang dibuktikan dengan survei mutakhir.

"Misalnya untuk provinsi Bali, apakah upaya isolasi dari pasien yang tertangkap sudah baik, apakah sudah terkontrol pasien positifnya. Jangan asal declare saja," jelas dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id