Anies Segera Umumkan Pemanfaatan Trotoar untuk PKL

    Kautsar Widya Prabowo - 17 September 2019 14:10 WIB
    Anies Segera Umumkan Pemanfaatan Trotoar untuk PKL
    Pejalan kaki harus berdesakan dengan para pedagang di Tanah Abang. (Foto: Medcom.id/ Theofilus Ifan)
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji mengumumkan skema pemanfaatan trotoar untuk pedagang kaki lima (PKL) dalam waktu dekat. Anies minta masyarakat bersabar. 

    "(Informasi) beda-beda akhirnya cuma jadi percakapan membingungkan, lebih baik tunggu sesudah ada pengumuman lengkap," ujar Anies di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019.

    Anies menekankan perlu keseteraan mengakses trotoar. Dia tak ingin membeda-bedakan pengguna trotor. 

    "Kita ingin di Jakarta ada kesetaraan kesempatan, karena trotoar kan beda-beda," kata Anies. 

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meminta Anies Baswedan tidak memanfaatkan trotoar untuk PKL. Trotoar dibuat untuk mengakomodasi pejalan kaki.

    "Yang paling jelas, tidak boleh permanen. Di Wasington DC pun mobile, kalau di sana kan (PKL menggunakan) mobil," ujar Basuki ditemui di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019.

    Basuki mempersilakan PKL memanfaatkan trotoar. Namun, harus memenuhi syarat yang tertuang di Peraturan Menteri PUPR Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.

    "Ada enam syarat dan pasti tidak boleh permanen," tegas dia.

    Syarat pertama, jarak bangunan ke area berdagang ialah 1,5-2,5 meter agar tidak mengganggu sirkulasi pejalan kaki. Kedua, jalur pejalan kaki memiliki lebar minimal lima meter. Dia memerinci area berjualan memiliki lebar maksimal tiga meter atau memiliki perbandingan antara lebar jalur pejalan kaki dan lebar area berdagang sebesar 1:1,5 meter. 

    Kemudian, memiliki organisasi atau lembaga yang mengelola keberadaan Kegiatan Usaha Kecil Formal (KUKF). Syarat keempat, pembagian waktu penggunaan jalur pejalan kaki untuk jenis KUKF tertentu diperkenankan di luar waktu aktif gedung atau bangunan di depannya. 

    Kelima, dapat menggunakan lahan privat. Syarat terakhir, PKL tidak berjualan di sisi jalan arteri baik primer maupun sekunder dan kolektor primer dan atau tidak berada di sisi ruas jalan dengan kecepatan kendaraan tinggi.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id