Pendapatan DKI dari Perusahaan Bir Disebut Mencapai Rp100,4 Miliar

    Sri Yanti Nainggolan - 06 Maret 2021 05:04 WIB
    Pendapatan DKI dari Perusahaan Bir Disebut Mencapai Rp100,4 Miliar
    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Medcom.id/Nur Azizah



    Jakarta: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut pendapatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sangat tinggi dari kepemilikan saham di PT Delta Djakarta, Tbk (DLTA). Hal itu membuat Prasetyo tidak setuju Pemprov DKI melepas saham di perusahaan bir tersebut.

    "Laporan yang saya terima PT Delta telah menyumbang dividen ke komponen pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dalam APBD tahun 2019 DKI Jakarta sebesar Rp100,4 miliar," kata Prasetyo melalui akun Instagram miliknya, @prasetyoedimarsudi, Jumat, 5 Maret 2021.






    Menurut dia, dividen itu merupakan yang terbesar kedua setelah PT Bank DKI. Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu menyumbang pendapatan DKI sebesar Rp240 miliar.

    Dia mengingatkan sejarah Pemprov DKI memiliki saham di PT Delta. Pada 1960-an, pemerintah pusat menyerahkan pengelolaan perusahaan PT Delta kepada Pemprov DKI.

    Penyerahan pengelolaan itu tentu bukan tanpa memberikan alasan. Salah satunya untuk mengukur seberapa jauh penetrasi pasar minuman beralkohol di kalangan yang belum pantas.

    Baca: Pemprov DKI Ajukan Penjualan Saham Bir Sejak 2018, Selalu Mental

    Politikus PDIP itu menjelaskan prosedur penjualan saham milik pemerintah diatur dalam Pasal 24 ayat 6 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Prosedur tersebut juga diatur dalam Pasal 55 ayat (2) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang milik Negara/Daerah, dan Pasal 24 Ayat (2) Permendagri Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah.

    Dengan banyaknya aturan tersebut, Prasetyo menilai Pemprov DKI tak bisa sembarangan menjual saham di PT Delta. Apalagi menjual dengan menggebu-gebu.

    "Sangat dibutuhkan suatu analisis dari kajian yang komprehensif atas rencana divestasi saham kepemilikan Pemerintah Daerah DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk," kata dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id