Wisma TIM Semakin Membatasi Pantauan Teleskop Planetarium

    Ilham Pratama Putra - 28 November 2019 09:43 WIB
    Wisma TIM Semakin Membatasi Pantauan Teleskop Planetarium
    Pekerja menyelesaikan pembangunan revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Selasa (26/11/2019). Foto: Pius Erlangga/MI
    Jakarta: Wisma Taman Ismail Marzuki (TIM) akan menjulang 14 lantai. Ketinggian wisma akan membatasi pantauan teleskop Planetarium yang berada di kawasan tersebut.

    "Untuk pengamatan terkait edukasi publik, terpaksa harus pilih-pilih objek yang tidak terhalang gedung tinggi," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, kepada Medcom.id, Rabu, 27 November 2019.

    Gedung yang bercokol di kawasan TIM membuat pemandangan teleskop Planetarium terbatas. Akhirnya, TIM tidak menguntungkan untuk observasi benda langit secara khusus.

    "Idealnya, kawasan observasi, ufuk bisa terlihat. Namun, lokasi pengamatan di tengah kota itu mustahil. Minimal sebagian besar langit masih bisa terlihat. Namun, kawasan sekitar TIM tidak layak lagi untuk lokasi pengamatan," terang ahli ilmu astronomi dan astrofisika itu.

    Polusi dan posisi Planetarium juga tidak menguntungkan, seperti pusat observatorium Bosscha di Bandung. Posisi observatorium harus ditempat minim cahaya dan berada di ketinggian 185 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sedangkan TIM berada di ketinggian 10 (MDPL).

    Planetarium dan wisma TIM hanya akan berjarak sekitar 45 meter. Teleskop tak akan bisa mengambil gambar yang ada di balik gedung.

    "Yang utama terhalangnya medan pandang ke objek langit. Ukurannya (clear area), bukan radius, tetapi medan pandang. Artinya, keterkaitan jarak dan tinggi objek gangguan," pungkas dia.

    Jakarta Propertindo (Jakpro) merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Wisma 14 lantai akan dibangun di dalam kawasan dengan luas 72.551 meter persegi tersebut.

    Proses revitalisasi TIM memakan biaya hingga Rp1,8 triliun. Revitalisasi tersebut akan menggunakan penyertaan modal daerah (PMD) Jakpro yang telah masuk dalam APBD DKI Jakarta. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id