Wagub DKI: Kenaikan Kasus Covid-19 Dampak Mudik Lebaran Terlihat 2 Minggu Lagi

    Selamat Saragih, Media Indonesia.com - 04 Juni 2021 04:39 WIB
    Wagub DKI: Kenaikan Kasus Covid-19 Dampak Mudik Lebaran Terlihat 2 Minggu Lagi
    Ilustrasi korona. Medcom.id



    Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, potensi peningkatan kasus covid-19 dampak dari mudik Lebaran 2021 terlihat dalam dua minggu ke depan. Sebab, penyekatan arus balik mudik diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

    “Sejauh mana dampak arus mudik dan arus balik terhadap penularan penyebaran di DKI, kita akan lihat. Nanti datanya akan lebih jelas dalam dua minggu ke depan,” ujar Riza di Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Riza menyebut kasus covid-19 di Jakarta masih terkendali. Dia mengakui terjadi peningkatan kasus namun tidak signifikan dan bisa ditangani dengan baik.

    “Dua minggu mendatang kita baru bisa mengambil kesimpulan seberapa besar dampak daripada arus balik dan arus mudik,” tutur dia.

    Politikus Gerindra itu menyebut peningkatan kasus covid-19 beberapa waktu terakhir karena dua alasan. Yakni mudik dan silaturahmi Lebaran 2021.

    (Baca: Kasus Aktif Covid-19 di DKI Mencapai 10.658 Usai Libur Idulfitri)

    Dia menegaskan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mengendalikan lonjakan kasus covid-19 akibat mudik dan silaturahmi lebaran. Mulai dengan berbagai imbaun, regulasi, sanksi, dan penjagaan oleh petugas.

    “Kalau zona merah terkait covid-19 (perkembangan terakhir) sudah ada. Semuanya zona oranye, kuning, dan hijau. Alhamdullilah, Jakarta tidak masuk zona merah dan itu kerja sama kita semua,” ujar Riza.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat kasus aktif covid-19 sebanyak 10.639. Rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 375.217 orang. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.029 orang.

    Jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 sebanyak 431.179 orang per Kamis, 3 Juni 2021. Sebanyak 413.179 orang sembuh dengan tingkat kesembuhan 95,8 persen dan total 7.361 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen. Tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen.

    Adapaun positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,5 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,8 persen. WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id